oleh

Tanggapi Vidio soal Kritik Jalan Pasar Lambaro, Bupati: Perempuan itu Tidak Beretika

example banner

Jantho (ADC) Raut wajah Bupati Aceh Besar Ir. Mawardi Ali, seketika berubah sengar, saat disinggung soal kritikan salah seorang masyarakat terkait kondisi jalan Pasar Lambaro, yang kini sedang viral di media sosial dalam dua hari terakhir.

“Perempuan itu tidak beretika, kan masih ada cara lain untuk menyampaikan kritikan,” demikian ucap Bupati Mawardi Ali, kepada media ini yang diwawancara usai melaksanakan ibadah Salat Zhuhur di Lingkungan Kantor bupati Aceh Besar di kota Jantho, Senin, 27 Mei 2019.

Menurut Bupati Mawardi, tata cara penyampaian kritikan oleh perempuan yang tidak menyebut identitasnya itu, terkesan tidak peka terhadap kondisi, sementara kondisi saat itu baru saja dilanda hujan deras di kawasan Pasar Induk Lambaro dan sekitarnya.

“Itukan baru usai hujan deras, wajar saja jika sempat menimbulkan lumpur karena badan jalan yang sudah rendah, dan itu akan sudah jadi target pembangunan kita tahun ini,” jelasnya lagi.

Meski demikian, Bupati mengecamkan bahwa tatacara penyampaian kritikan oleh perempuan yang ada di vidio yang sudah dikonsumsi oleh puluhan ribu netizen itu adalah sebuah perbuatan yang tidak beretika.

“Seharusnya tatacara mengkritik harus sopan dan menempatkan posisinya, dan tahu duduk persoalannya,” demikian pungkas Bupati Mawardi.

Kadis PUPR : 1,4 M Dana Sudah Dialokasikan

Secara terpeisah, Kadis PUPR setempat, Ir. Yusmadi mengatakan bahwa sebesar Rp 1,4 Milyar bersumber dari APBK tahun 2019 telah disiapkan untuk pengerjalan pengaspalan dan rehap badan jalan Pasar Lambaro.

“Proyek akan kita tender usai lebaran ini, item pengerjaannya pembanguna badan jalan sepanjang jalan lintas di Pasar Lambaro itu,”kata Yusmadi.

Yusmadi berpendapat kondisi jalan Pasar Lambaro tersebut, seharusnya tidak akan mengakibatkan kondisi sefatal yang ada saat ini, sebab pembangunan yang dilaksanakan pada tahun 2009 telah dilengkapi oleh saluran yang memadai, Namun realitanya sedemikian rupa.

Jika dilanda hujan badan Jalan lintas pasar induk lambaro itu kerab disertakan oleh lumpur dan genangan air laksana kubangan.

“Andai ada perhatian dan kepedilan bersama dari semua pihak, kondisi tidak akan separah itu,” timpal Yusmadi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini sepanjang hari Senin, 27 Mei 2019, bahwa badan Jalan lintas Di Pasar Induk Lambaro itu, kerab menjadi keluhan para konsumen dalam beberapa tahun terakhir, akiban genangan air yang selanjutnya berubah menjadi lumpur, jika kondisi kemarau maka akan berubah menjadi debu. Terkait dengan pembangunan atu rehabilitasi terhadap badan jalan dimaksud selain dibanguan pada tahun 2019 juga pernah direhap atau pengaspalan pada tahun 2014. 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA..