Ramza Harli Sosialisasikan Rancangan Qanun P4GN kepada Masyarakat

oleh -329 views

Banda Aceh (AD)- Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh melakukan Sosialisasi Rancangan Qanun tentang Pencegahan Pemberantasan dan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekusor Narkotika (P4GN) di Sultan Cafe, Lamteumen Timur, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh, Sabtu, 19 November 2022.

Peserta yang hadir dalam sosialisasi ini diperkirakan 200 orang yang terdiri dari, Para Keuchik, Para Kepala Dusun, Tuha Pheut, Para Ketua Pemuda, Remaja Masjid, dan Kaum Perempuan dari Kecamatan Jaya Baru dan Banda Raya.

Dalam penyampaiannya, Ramza Harli menjelaskan, maksud dari kegiatan sosialisasi qanun tersebut bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat peraturan daerah atau qanun tentang upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba yang digagas oleh Komisi I DPRK Banda Aceh.

“Qanun ini kami buat sebagai wujud kepedulian kami sebagai wakil rakyat dalam upaya melakukan pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkotika yang saat ini terus terjadi di Kota Banda Aceh,” ungkap Ramza.

Ia mengungkapkan, dalam qanun tersebut diamanahkan kepada pemerintah agar memfasilitasi upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika dengan memberikan berbagai fasilitas dan anggaran guna memberantas narkoba.

Menurut Ramza, upaya utama dalam qanun ini adalah pencegahan. Cara pencegahan dimaksud dengan memberikan sosialisasi, penyuluhan, sarana olahraga dan berbagai lainnya kepada masyarakat melalui SKPD terkait.

BACA..  Jelang Ramadan, Pemko Banda Aceh Kembali Gelar Pasar Pangan Murah

Dalam qanun ini, kata Ramza, juga diamanahkan kepada Pemerintah kota agar memberikan fasilitasi dan penanganan terhadap warga yang terlibat narkoba.

“Fasilitas dimaksud, berupa tempat rehabilitasi medis dan sosial seperti menyediakan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL),” jelas Ramza.

Selain itu, ia juga menjelaskan, sarana IPWL ini guna memberikan kesempatan kepada warga agar mau melapor siapa saja yang sudah terkena narkoba untuk dirawat hingga sehat kembali.

Nah, setelah qanun ini disahkan dan mulai berlaku, selanjutnya IPWL juga sudah dijalankan. Saya harap, bapak ibu sekalian bila melihat anaknya, tetangganya dan siapapun warganya yang diketahui sudah memakai barang haram ini agar segera melapor ke IPWL untuk dilakukan rehabilitasi. IPWL ini nanti akan ada di setiap puskesmas dan rumah sakit. Namun kalau di puskesmas tidak ada rawat inap, nantinya bisa dirujuk ke rumah sakit.

“Kalau bapak ibu mau melapor baik itu anak, tetangga, kerabat dan warga dilingkungan kita, saya jamin tidak akan ditangkap. Mari sama-sama kita pahami bahwa para pemakai narkoba ini harus diselamatkan. Jadi jangan takut dan malu untuk melapor,” pinta Ketua Komisi I DPRK Banda Aceh ini.

BACA..  Puluhan Personel Kodim 0101/KBA Terima Penyuluhan Hukum dari Kumdam IM

Ramza memaklumi, selama ini masyarakat masih awam tentang narkoba. Stigma ditengah masyarakat bila melapor pasti dipenjara. Alasan lainnya menyangkut nama baik keluarga. Padahal, seseorang yang sudah terjerat narkoba bukan hanya dirinya sendiri yang hancur tetapi juga keluarga.

“Siapa yang mau salah satu keluarga kita ternyata pecandu. Karena alasan tak mau merusak nama baik keluarga, para pecandu bersembunyi dan sebisa mungkin tidak melibatkan keluarga meski pada akhirnya keluarga mau tak mau pasti akan terseret juga karena narkoba tidak bisa disembuhkan secara instan melainkan butuh waktu dan proses yang panjang selain biaya yang tak sedikit,” urai Ramza kepada peserta yang hadir.

Selanjutnya, Kepala BNN Kota Banda Aceh, Masduki, SH, MH yang hadir sebagai pemateri dalam kegiatan sosialisasi ini menjelaskan tentang pembemtukan kampung bersinar atau bersih narkoba dan program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM).

Ia berharap, tidak ada lagi warga yang terjerat tipu daya narkoba dan tergiur iming-iming menjadi kurir.

“Karena sudah pasti akan hancur masa depan mereka,” ujar Masduki.

Selain itu, ia menegaskan kepada warga agar terus meningkatkan kepedulian lingkungan sekitar.

“Kalau ada warga yang mencurigakan, langsung lapor ke pihak BNN. Apalagi, ditempat itu diketahui menjadi tempat transaksi narkoba,” tuturnya.

BACA..  Kapolresta Banda Aceh Tutup Persami di SMP Kemala Bhayangkari

Lebih lanjut, tenaga ahli dalam pembuatan qanun dan juga sebagai pemateri, Raihan Fajri menjelaskan pentingnya program ketahanan keluarga dengan membentengi diri dari pengaruh narkoba agar tidak masuk ke rumah-rumah warga.

“Resiko perempuan terpapar narkotika juga sangat tinggi, dimana banyak juga perempuan yang dijadikan kurir dalam peredaran gelap narkotika,” ungkap Raihal.

Dari pantauan media ini, terlihat para peserta yang hadir sangat antusias mengikuti acara sosialisasi rancangan qanun ini. Hal itu dapat terlihat dari sesi tanya jawab dan berbagai saran dan masukan yang diberikan dari aparatur gampong.

Disesi terakhir sebagai penutup, Ramza mengajak semua peserta yang hadir agar serius mencari cara untuk menolak narkoba ini. Jangan sampai warga masuk dalam lingkaran hitam itu.

“Mudah-mudahan qanun ini bermanfaat bagi seluruh masyarakat dalam upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkotika,” harapnya.

Ia juga berpesan agar aparatur gampong dapat memperkuat Pageu Gampong dengan membentuk para relawan dari kalangan pemuda dan membuat reusam dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba,” demikian tutup Ramza Harli dari Politisi Partai besutan Prabowo ini. (*)