banner 700250

YARA Desak DPRA Panggil Plt Gubernur Aceh dan PT PEMA

oleh -319 views

Banda Aceh (AD)- Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Safaruddin menilai, Pemerintah Aceh tidak serius mengelola Blok B seperti yang pernah disampaikan beberapa bulan lalu kepada publik.

Hal ini terlihat dari belum adanya penyampaian proposal permohonan dari PT PEMA kepada BPMA tentang program kerja, bentuk kontrak kerjasama, kamampuan teknis dan ekonomis, kemampuan keuangan dan kepemilikan saham, yang seharusnya sesuai dengan jadwal yang telah diberikan pada tanggal 17 September 2020 sudah masuk ke BPMA. Tapi sampai saat ini, proposal tersebut belum diajukan ke BPMA.

Menurut penilaian kami, Pemerintah Aceh tidak serius mengambil Blok B. Dan kita sudah komfirmasi ke BPMA hingga sampai saat ini belum ada proposal dari PEMA. Katanya akan diajukan anak perusahaan dari PEMA untuk pengelolaan Blok B ini, namun belum ada informasi tentang anak perusahaan tersebut.

BACA..  Kapendam IM : TMMD Pengabdian Untuk Negeri

“Kami telah menyurati PEMA dan Pemerintah Aceh dan mempertanyakan nama anak perusahaan dan jajaran direksinya yang akan mengelola Blok B sebulan yang lalu melalui Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) masing-masing, tapi hingga saat ini belum ada jawaban. Baik dari PEMA maupun Sekda Aceh selaku atasan PPID utama Provinsi Aceh,” ungkap Safaruddin.

Oleh karena itu, YARA mendesak DPRA untuk memanggil Plt Gubernur Aceh dan PEMA guna mempertanyakan komitmen tentang pengelolaan Blok B tersebut. Dikarenakan dalam proses ini sangat banyak peluang penyalahgunaan kewenangan yang akhirnya akan merugikan Aceh.

BACA..  Ibu TP PKK Bireuen Ikut Bimtek

“Dengan adanya pengawasan dari DPRA dan masyarakat dalam pengambil alihan Blom B dapat di pantau secara transparan. Sehingga tujuan awal Pemerintah Aceh untuk mendapatkan hasil yang lebih banyak dari Blok B akan tercapai,” ujarnya.

“YARA mendesak DPRA agar memanggil Plt Gubernur Aceh dan PT PEMA untuk mempertanyakan tahapan yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Aceh dan PT PEMA dalam upaya mengambil alih Blok B,” sebutnya.

“Kami ingin proses ini mendapat atensi dari DPRA dan masyarakat agar proses ini berjalan secara terbuka dan jujur, sehingga tujuan Aceh untuk mengelola Blok B akan tercapai,” tutup Ketua YARA. (AF/R)