Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Tiga Warga Kabupaten Bireuen Dihukum Cambuk Sebanyak 126 Kali

oleh

Bireuen (AD) Tiga Warga Bireuen harus menjalani Uqubat (hukuman) cambuk di muka umum sebanyak 126 kali yang pelaksanaan eksekusi tersebut di pusatkan di Halaman Mesjid Agung, Bireuen, Jumat (21/8) pagi.

Ke tiga warga Kabupaten Bireuen masin-masing Zulman Basri (29) Warga Desa Geulumpang Bungkok Samalanga, harus menerima Uqubat cambuk sebanyak 100 kali kerena melanggar pasal 34 Qanun nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat, yang terbukti melakukan jarimah zina terhadap anak Kendati demikian, meski telah dicambuk sebanyak 100 kali ternyata belum membebaskan dirinya dari jeratan hukum, mengingat harus menjalani pidana penjara selama 60 bulan dan harus kembali ke Lapas Kelas II Bireuen, karena melakukan tindak pidana yang sama, namun di vonis Majelis Pengadilan Negeri Bireuen.

BACA..  Usai Jambret HP Mahasiswi, Bandit Jalanan Ini Diciduk Polisi

Sedangkan Fadhli A Bakar (29), warga Dusun Kuala, Desa Lancang, Kecamatan Jeunieb Kabupaten Bireuen harus rela dicambuk di muka umum sebanyak tujuh kali, karena melanggar pasal 18 Qanun Aceh No 14 tahun 2014, yang terbukti melakukan jarimah Maisir (judi). Majelis Mahkamah Syariah Bireuen, yang mengadili kasus tersebut menjatuhkan hukuman Sembilan kali cambuk, maka setelah dikurangi masa penahanan yang telah dijalaninya, maka uqubat cambuk yang diterima terhukum sebanyak tujuh kali.

Sementara, Razali A Wahab (45) warga Desa Blang Balee, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen dinyatakan terbukti bersalah oleh Majelis Hakim Mahkamah Syariah Bireuen, karena yang bersangkutan menyediakan fasilitas sebagai tempat perjudian dan itu melanggar pasal 20 Qanun Aceh No 14 tahun 2014, maka majelis hakim menghukum sebanyak 20 kali. Namun, setelah dikurangi masa penahanannya, maka terhukum mendapatkan pengurangan 1 kali cambukan. Maka uqubat ta’zir Cambuk yang harus diterimanya sebanyak 19 kali.

Bupati Bireuen, DR H Muzakkar A Gani, SH, M.Si seusai hukuman cambuk mengatakan kepada awak media, hukuman bagi pelaku zina dan masih, hendaknya menjadi efek jera, bagi para pelakunya.,”Kita Harapkan dengan hukuman cambuk yang dilaksanakan itu, juga menjadi pelajaran bagi kita semua, agar menjauhkan diri dari perbuatan yang melanggar hukum syariat, dan hukum Negara,” tegas Bupati Muzakkar.

BACA..  Tikam Sepupu dengan Pisau, IS Diringkus Polisi

Pelaksanaan eksekusi bagi pelanggar Qanun nomor 14 tahun 2014 turut dihadiri Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani, SH, M,Si, Kepala Kejaksaan Negeri Bireuen, Muhammad Farid Rumdana, SH, MH, Waka Polres Bireuen,Kompol Adli, SE, MM, Kasat Sabhara Polres Bireuen, Iptu Almunir, Kadis Syariat Islam, Anwar, S.Ag, MAP, Kasatpol PP dan WH kabupaten Bireuen, Chairullah Abed, SE serta sejumlah undangan lainnya.(Maimun Mirdaz).