ACT Antisifasi Resiko Krisis Kemanusian Pada Momen 22 Mei Mendatang

oleh -76 views

Jakarta (ADC)- Indonesia segera memasuki akhir dari pesta demokrasi yang  berlangsung pada Pemilu April lalu. Rabu 22 Mei mendatang, penetapan hasil pemilu 2019 akan diumumkan serentak oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sementara itu, hari pengumuman penetapan hasil pilpres tersebut, diprediksi menuai aksi unjuk rasa masyarakat terkait tuntutan hasil pemilu yang adil dan netral, di mana krisis berpotensi terjadi.

Sebagai lembaga kemanusiaan, Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersiap siaga dan ikut menyiapkan mitigasi risiko krisis di hari pengumuman hasil pilpres 2019. Kesiapsiagaan ini diwujudkan, dengan pengerahan relawan serta armada kemanusiaan ACT di titik-titik yang berpotensi krisis.

Hal tersebut, disampaikan Presiden Aksi Cepat Tanggap Ahyudin, dalam siaran persnya kepada media ini, Senin 20 Mei 2019. 

Ahyudin juga mengatakan, kami telah menggodok strategi mitigasi risiko pengumuman hasil pilpres pada 22 Mei mendatang. Mitigasi di sini tentunya dalam konteks kemanusiaan, di mana ACT bersiaga membantu masyarakat yang mungkin terkena dampak krisis.

“Insyaallah, untuk mengantisipasi kemungkinan buruk ini, kami mengerahkan ratusan relawan dan belasan armada kemanusiaan di titik-titik krusial. Bersama, kita jaga Indonesia,” pungkasnya. 

Sementara itu, N. Imam Akbari selaku Senior Vice President ACT turut menjelaskan, ACT akan bersinergi dengan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) untuk menurunkan ratusan relawan dengan berbagai kemampuan, termasuk tenaga medis.

Hal ini dilakukan, untuk mengantisipasi adanya korban luka selama masa itu, untuk memfasilitasi pergerakan relawan dan kebutuhan logistik, maka kami telah menyiapkan pusat logistik dan camp bagi para relawan. Dan kami juga menyiapkan pusat komando yang diintegrasikan dengan dapur sentral, yang akan mengakomodir sekitar dapur umum di sejumlah lokasi yang dekat pusat aksi,” ungkap Imam.

BACA..  Polda Aceh Gagalkan Peredaran 133 Kilogram Sabu Jaringan Internasional

Selain itu, lanjutnya, aksi kesiapsiagaan ini juga didukung armada-armada kemanusiaan yang diturunkan di lokasi-lokasi krusial. Ada puluhan armada yang meliputi Humanity Food Truck, Ambulans Pre-Hospital, Mobile Water Tank, mobil rescue double cabin, dan beberapa unit motor trail.

“Selama kesiapsiagaan nanti, armada-armada ini dimaksimalkan sesuai fungsinya. Ambulans Pre-Hospital membantu tenaga medis kami dalam menangani korban luka. Mobil rescue dan motor trail membantu mobilisasi tim relawan untuk menjangkau keadaan-keadaan darurat yang sulit diakses kendaraan roda empat. Mobile Water Tank akan menyiapkan kebutuhan air bersih di lapangan. Sementara Humanity Food Truck akan menyiapkan ribuan makanan siap santap. Imam menyampaikan, aksi ini diperkirakan berlangsung selama beberapa hari,” sebut Imam.

Namun tidak hanya itu saja, ACT juga menyiapkan Indonesia Crisis Center (ICC) sebagai pusat informasi untuk melayani publik dan media terkait krisis kemanusiaan yang diprediksi terjadi usai pemilu. ICC bertempat di Menara 165 lantai 9.

Lebih lanjut, Syuhelmaidi Syukur selaku Senior Vice President ACT juga mengatakan, keberadaan ICC amat penting mengingat pada momen 22 Mei nanti, kevalidan info amat dibutuhkan untuk menghindari kepanikan publik. 

“ICC akan menyediakan info valid dari tim kami di lapangan, sehingga bisa menjadi rujukan bagi publik selama momen pengumuman pilpres nantinya. Melalui ICC ini juga, kita saling menggerakkan kepedulian di masa krusial ini,” tutup Syuhelmaidi. (Ahmad Fadil)