Satreskrim Polres Sabang Berhasil Menangkap Tersangka Dugaan Penipuan dan Penggelapan

oleh -240 views
example banner

example banner

Sabang (AD) – Satreskrim (Satuan Reserse dan Kriminal) Polres Sabang, berhasil menangkap tersangka dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan. Keberhasilan Satreskrim Polres Sabang itu, berkat kerja keras mencari keberadaan pelaku yang telah ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kapolres Sabang AKBP Muhammadun,SH, melalui Kasatreskrim IPTU Rahmad, S.Sos, SH, MH kepada media Atjehdaily.id Sabtu (20/03/21) membenarkan, bahwa pihaknya telah menangkap tersangka dugaan penipuan dan penggelapan sebesar Rp. 150 juta, yang dilakukan pelaku beberapa waktu lalu.

“Benar kami telah berhasil menangkap tersangka yang diduga melakukan penipuan dan penggelapan yang nilainya mencapai rp.150 juta, dimana sebelumnya pelaku sendiri telah ditetapkan sebagai DPO”, ungkap Kasatreskrim, didampingi KBO IPDA Agus Maulizar, Kanit Opsnal Bripka Rahmah Saputra.

Dijelaskannya, penangkapan tersangka yang diduga melakukan penipuan dan penggelapan uang sebesar Rp. 150.000.000. Tersangka ditangkap di Desa Aji Baho,  Kecamatan Biru-Biru,  Kabupaten Deli Serdang-Sumatra Utara.

Penangkapan tersebut dilakukan oleh personil Satreskrim Polres Sabang yang dipimpin oleh KBO Reskrim, IPDA Agus Maulizar bersama Kanit Opsnal, Bripka Rahmat Syahputra dan dibantu oleh personil Subdit Cyber Ditkrimsus Polda Aceh Bripka Elfans Ambara Rambe, jelasnya.

Diterangkan, tersangka merupakan warga Jurong Mulia, Gampong Cot Bak U, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, berinisial AP alias Boy (28) pekerjaan Karyawan Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS)

Sementara korban penipuan dan penggelapan oleh tersangka adalah Ida Rohani (26) pekerjaan Ibu Rumah Tangga (IRT), warga Gampong Balohan, Kecamatan Sukajaya, dengan nilai kerugian mencapai Rp. 150 juta.

Kronologisnya sebagai berikut pada bulan Agustus 2020 tersangka membawa adik kandung korban atas nama Aris Irlan ke Kota Banda Aceh, guna pengurusan mendaftarkannya untuk menjadi peserta test TNI AD.

Saat itu tersangka meminta uang kepada orang tua korban sebanyak Rp. 20 juta. kemudian setelah mendaftar dan adik korban dinyatakan tidak lulus, lalu selang beberapa hari tersangka kembali meminta uang pada orang tua korban Rp. 30 juta.

Setelah adik koban kembali pulang ke Sabang, tersangka kembali meminta uang pada orang tua korban Rp 80 juta dengan alasan Aris Irlanda masih bisa diurus dan apa bila orang tua korban tidak mau memberikan Rp 80 juta, maka seluruh uang tersebut hangus.

Karena merasa takut uang hangus maka orang tua korban memberikan uang Rp 80 juta dengan syarat membuat kwitansi penggabungan seluruh uang sebesar Rp. 130 juta, selanjutnya pada bulan September 2020 tersangka kembali meminta uang Rp 20 juta terakhir dengan alasan apabila tidak ada, maka semua uang hangus.

Kemudian orang tua korban memberikan uang tersebut, dengan rincian :

a. Pemberian uang pertama Rp 20 juta saat membawa adik korban ke banda untuk mendaftar TNI AD.

b. Pemberian uang ke dua Rp 30 juta dikirim oleh korban melalui BRI LINK Toko Aujustin di Jalan Perdagangan Kota Sabang.

c. Pemberian uang ke tiga Rp 80 juta pada tanggal 05 September 2020 dan dokumen kwitansi telah disita.

d. Pemberian uang ke empat Rp 20 juta dikirimkan oleh korban melalui BRI LINK di Toko UD Yusri yang beralamat di Jurong Lam Kuta, Gampong Balohan, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang dan bukti pengiriman sudah disita.

e. Seluruh pengiriman ditujukan ke nomor Rekening atas nama AP alias Boy nomor Rekening : 713914xxxx, kemudian setelah beberapa bulan dan korban menyadari dan merasa ditipu, serta korban ada beberapa kali mencoba meminta pertanggung jawaban ke pada tersangka, tetapi tidak ada penyelesaian, maka pada tgl 26 januari 2021, korban membuat laporan polisi ke Polres Sabang.

Menyangkut tindak pidana penipuan dan penggelapan sesuai Pasal 378 Jo pasal 372 KUHPidana atas dasar Laporan Polisi : LP.B/02/I/YAN 1.11/2021/Aceh/SPKT/RES.SBG, tanggal 26 Januari 2021. Saat ini tersangka sudah ditahan dan mendekam di Hotel prodeo Polres Sabang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. (Jalaluddin Zk).