Setelah Ditetapkan Status DPO, Pelaku Pembacokan di Lambaro Menyerahkan Diri

oleh -151 views

Laporan | Ahmad Fadil

Banda Aceh (AD)- Setelah ditetapkan statusnya sebagai DPO, akhirnya pelaku pembacokan yang terjadi di Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar pada Kamis 12 November 2020 malam, akhirnya menyerahkan diri ke pihak Kepolisian.

Pelaku menyerahkan diri setelah Personel Polresta Banda Aceh terus melakukan pengejaran terhadap dirinya yang telah ditetapkan sebagai DPO.

AM (40) warga Montasik, Aceh Besar telah melakukan penganiayaan berat terhadap KD (41) warga Blang Bintang, Aceh Besar hingga mengakibatkan KD meninggal dunia.

Setelah adanya penggalangan antara Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kapolsek Ingin Jaya dan personel lainnya dengan perangkat gampong dalam wilayah Kecamatan Ingin Jaya, akhirnya AM menyerahkan diri pada Rabu 18 November 2020 malam.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH dalam konferensi pers yang berlangsung Kamis 19 November 2020 di Indoor Mapolresta mengatakan, AM telah melakukan penganiayaan berat yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain.

“AM melakukan penganiayaan berat terhadap KD didepan BRI Cabang Pembantu (Capem) Lambaro pada Kamis silam dengan sebilah parang sehingga melukai tubuh KD pada bagian tangan sebelah kiri, luka ditelapak tangan kanan, luka dikaki sebelah kiri, luka diperut sebelah kanan dan luka dibahu sebelah kiri” ungkap Kapolresta di dampingi Kasatreskrim AKP Ryan Citra Yudha, SIK, Kasubbag Humas Iptu Hardi SH dan Kapolsek Ingin Jaya Ipda Ibrahim, SH, MH.

Motif dari kejadian tersebut, kata Kapolresta, korban KD menjalin hubungan dengan isteri AM berinisial ST. Dari hasil hubungan terlarang tersebut, kecurigaan tersangka AM semakin memuncak setelah didapati ST sedang bersama KD di TKP.

“Saat bertemu dengan korban KD, tersangka AM dengan membawa sebilah parang langsung mengayunkan parangnya ke kaca mobil Pickup milik korban sehingga korban keluar dari mobil dan melarikan diri. Namun tersangka AM terus mengejar korban sehingga terjatuh di TKP,” kata Kapolresta.

Selain itu, Kapolresta juga menjelaskan, disaat korban terjatuh, disitulah tersangka AM membacok tubuh korban berkali-kali sehingga terjadi pendarahan hebat. Selanjutnya Personel Polsek Ingin Jaya langsung membawa korban ke Rumah Sakit Meuraxa untuk dilakukan tindakan medis oleh dokter.

“Karena terjadi pendarahan yang sangat serius, korban kemudian dirujuk ke RSUZA. Korban meninggal dunia, Jum’at 13 November 2020,” ujar Kombes Pol Trisno Riyanto.

Usai melakukan penganiayaan berat, tersangka melarikan diri dari TKP menuju kawasan perbukitan Ampe Awee, Blang Bintang, Aceh Besar untuk bersembunyi.

Pasca kejadian tersebut, Satreskrim Polresta Banda Aceh mengeluarkan status DPO terhadap tersangka AM.

Dengan itikat baik dan imbauan oleh Personel Polresta Banda Aceh, tersangka akhirnya menghubungi perangkat gampong untuk menyerahkan diri ke pihak Kepolisian. Kemudian perangkat gampong tempat tinggal tersangka AM menghubungi Kasatreskrim untuk mendampingi tersangka dalam rangka penyerahan diri kepada pihak Kepolisian, Rabu 18 November 2020 malam di jalan Banda Aceh – Medan sekira pukul 20.00 WIB.

“Ucapan terima kasih kepada perangkat gampong yang telah memfasilitasi penyerahan tersangka kepada kami pihak Kepolisian, dan ini akan kami tindaklanjuti sesuai pasal yang telah ditetapkan,” ucap Kombes Trisno.

Dalam perkara ini, barang bukti yang diamankan diantaranya, sebilah parang dengan panjang lebih kurang 80 cm dan helm warna hitam yang disembunyikan di belakang gubuk bangunan Desa Kayee Lee, baju kaos lengan panjang warna biru dan celana jeans yang dipakai saat melakukan perbuatan tersebut, serta satu unit sepmor jenis Yamaha Mio dan satu unit, mobil pickup panther warna hitam milik korban.

“Tersangka AM dijerat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 355 Ayat 2 KUHP Yo Pasal 353 KUHP ayat 3 dengan ancaman hukuman 15 tahun kurungan penjara,” demikian pungkas Kapolresta Banda Aceh.