Pernyataan Ma’aruf Kontroversi Dengan Pendapat Aktifis Natalius Pigai

oleh -291 views

JAKARTA (AD) – Pernyataan Wakil Presiden RI Ma’aruf Amin menyoal tingkat kemiskinan secara nasional menurun, sangat bertolak belakang dengan pernyataan Natalius Pigai bahwa Ma’aruf harus jujur sampaikan tentang tingkat kemiskinan di Indonesia menurun.

Padahal menurut Natalius; Jumlah penduduk miskin pada Maret 2014 sebanyak 28, 28 juta (11,28%) namun Presiden SBY mampu turunkan angka kemiskinan sehingga pada akhir jabatan September 2014 sebanyak 27,73 juta orang (10,96 persen).

example banner

Cara hitung yang benar adalah bukan ‬ bukan dihitung dari 11,22% tetapi dari 10,96 % kurangi penduduk miskin Maret 2020 sebesar 9,78% sehingga Jaman Jokowi orang miskin turun hanya 1,18%. Padahal Jokowi habiskan uang rakyat hampir 12 ribu trilyun APBN selama 6 tahun.

Penurunan jumlah orang miskin yang hanya turun 1,18 % orang itu terlalu kecil bahkan terkecil diantara 7 Presiden.

Jokowi tidak punya hati dan kejam pada pada orang miskin. 6 Presiden sebelumnya mampu menurunkan angka kemiskinan lebih dari 2 %. bahkan Gusdur 5% dari 23% ke 18% hanya dalam waktu singkat, SBY 6%.

Natalius Pigai, Aktivis Kemanusiaan yang juga Mantan Kasubid Statistik Ketenagakerjaan Kemanakertrans RI lebih jauh mengatakan bahwa; Jumlah penduduk miskin pada Maret 2014 sebanyak 28, 28 juta (11,28%) namun Presiden SBY mampu turunkan angka kemiskinan hingga pada akhir jabatan September 2014 sebanyak 27,73 juta orang (10,96 persen).

Natalius mengingatkan Ma’ruf Amin, cara menghitung yang benar adalah ‬bukan dihitung dari 11,22%, tetapi dari 10,96 % dikurangi 9,78% penduduk miskin pada Maret 2020. Sehingga enam tahun Jokowi berkuasa, menurutnya, orang miskin turun hanya 1,18%.

“Padahal Jokowi habiskan uang rakyat hampir 12 ribu triliun APBN selama 6 tahun. Penurunan jumlah orang miskin yang hanya turun 1,18 % terlalu kecil bahkan terkecil di antara 7 presiden,” kata Natalius yang pernah menjabat Kasubid Statistik Ketenagakerjaan Kemanakertrans RI.