BPKS Perbaiki Kapal Pulo Deudap Rp.8,8 M Kini Diduga Rusak Lagi

oleh -141 views
Kapal cepat pulo Deudap masih bersandar di palabuhan dan belum beroperasi, paska perbaikan beberapa waktu lalu. Foto: Jalaluddin, SKY.

Sabang (ADC) Kapal cepat Pulo Deudap yang dibeli Pemerintah Aceh pada yahun 2001 dengan harga sekitar Tp.22 milyar lebih kini terduduk manis selama 7 tahun lamanya. Padahal, kapal kenanggan masyarakat Aceh itu sempat diperbaiki beberapa kali daan terakhir dilakukan oleh Badan Penhusahaan Kawasan Sabang (BPKS) dengan anggaran sebesar Rp.8,8 miliyar.

Menurut informasi diperoleh dari Deputi Komersial BPKS Agussalim Senin lalu, kapal cepat Pulo Deudap sudah diperbaiki oleh lembaga tempat ia bekerja tetapi tidak dapat operasikan karena pihak Pemerintah Aceh, belum menyerahkan sepenuhnya kapal tersebut kepada BPKS.

“Memang benar kapal cepat Pulo Deudap sudah pernah diperbaiki BPKS, tetapi sayangnya usai diperbaiki kapal tidak dapat dioperasikan karena Pemerintah Aceh belum menyerahkan sepenuhnya kapal tersebut kepada BPKS”, kata Agussalim Senin kemarin.

Dijelaskan, Pulo Deudap pada tahun 2010 diambil alih oleh BPKS untuk dilakukan perbaikan, dengan cara dibawa ke Tegak Jawa Tengah, dimana kapal tersebut dibuat proses perbaikan sendiri memakan waktu beberapa lama.

Hingga pada tahun 2012 kapal selesai diperbaiki dan dibawa kembali ke Sabang, dan sampai saat ini kapal masih tertambat di dermaga Container Terminal I (CT-I) BPKS. Besar biaya yang dikeluarkan BPKS untuk perbaiki kapal itu sebesar Rp.8.800.000.000,-.

“Sejak selesai diperbaiki pada tahun 2012 kapal diikat di dermaga CT-I, dan kalau pun dioperasi oleh pihak ketiga kapal harus dilakukan perbaikan kembali, karena kondisi kapal yang sudah 7 tahun terapung-apung dilaut tentunya ada yang rusak”, terang Agussalim.

Seperti diketahui kapal Pulo Deudap yang dibeli Pemerintah Aceh, dengan harga senilai Rp.22.000.000.000 miliyar lebih itu setelah diperbaiki oleh pihak BPKS dengan anggaran sebesar Rp.8.800.000.000, pada tahun 2010 dan selesai 2012 sejak itu pula kapal mewah tersebut tanpa rawatan terapung-apung dilaut teluk Sabang, persisnya dermaga CT-I BPKS.

BACA..  Polda Aceh Gagalkan Peredaran 133 Kilogram Sabu Jaringan Internasional

Dilihat dari kondisi kapal saat ini jika saja ada pihak ketiga yang mau mengoperasikan, tentunya perlu perbaikan karena selama 7 tahun kapal dibiarkan tanpa perawatan sehingga, kini kondisin kapal sangat memprihatinkan.(Jalal).