Keuchik dan TPG Kampung Baru Bantah Telah Salah Gunakan Dana Desa Tahun 2017-2018

oleh -156 views

Banda Aceh (ADC)- Keuchik Gampong Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman Marwan Yusuf, membantah tudingan warga yang mengatakan, bahwa dirinya telah salah gunakan dana desa tahun 2017-2018.

Hal itu disampaikan Marwan Yusuf, setelah dirinya di beritakan telah menyalahgunakan dana desa, terkait pengadaan tong sampah dan pembangunan gedung serbaguna, oleh warganya sendiri.

Menurutnya, permasalahan pengadaan tong sampah sebanyak 70 buah dengan harga Rp. 900.000,- (Sembilan Ratus Ribu Rupiah) itu, telah dilakukan pemeriksaan oleh Inspektorat Kota Banda Aceh, dan telah kami tandatangani nota pemeriksaannya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan oleh inspektorat, Alhamdulillah tidak ditemukan adanya pekerjaan fiktif dalam pengadaan tersebut.

“Namun yang ada menjadi temuan disitu adalah, terkait dengan harga yang mahal. Harga yang mahal itu, di cek kembali oleh tim inspektorat berhari hari dilapangan sampai menemukan harga yang akurat.”

“Jadi yang di hitung oleh inspektorat itu, bukan harga berdasarkan Rencana Anggaran Belanja (RAB), tetapi melainkan dari harga pasar. Kemudian selanjutnya, setelah dipotong pajak, semua kelebihan anggaran di tahun 2017, harus di kembalikan ke kas gampong. Terkait dengan hal tersebut, telah kami tandatangani tanpa ada permasalahan apapun,” ujar Marwan Yusuf yang turut diamini perangkat gampong lainnya, kepada media ini, Sabtu 18 Mei 2019 malam, di salah satu warung kopi yang berada di seputaran Kota Banda Aceh.

Selain itu, Marwan juga menjelaskan tentang pembangunan gedung serbaguna yang diduga bermasalah. Sampai saat ini, pekerjaaan pembangunan gedung tersebut, masih terus berjalan. Berhubung bulan puasa, jadi tukang bekerjanya agak sedikit lambat

BACA..  Tim Humas Kanwil ATR/BPN RI Aceh Kunjungi Redaksi Atjehdaily.Id

“Jadi tidak benar kalau ada yang mengatakan, bahwa pembangunan gedung tersebut terbengkalai, dirinya menegaskan, bahwa itu tidak benar. Malah Tuha Peut Gampong (TPG) turut mendampingi kami dalam proses pembangunannya,” tegas Marwan.

Ia juga menambahkan, terlambatnya pembangunan gedung tersebut, disebabkan, tukang lama yang mengerjakan gedung tersebut, tidak mampu menyelesaikan pembangunannya. Sedangkan upah yang kita berikan kepada dia, sudah melebihi dari harga kesepakatan.

“Agar pembangunan gedung itu bisa terus berjalan dan cepat selesai, kita berupaya untuk mencari pengganti tukang yang baru. Tujuannya adalah, supaya pekerjaan gedung itu dapat segera diselesaikan secepatnya. Sampai saat ini, pengerjaan masih terus berjalan, berhubung bulan puasa, jadi tukang bekerjanya agak sedikit lambat,” tutup Marwan Yusuf. (Ahmad Fadil)