Brimob Tewas di Bar Sopir Kabaintelkam Polri? IPW Ajukan 4 Pertanyaan

oleh -167 views
Rekaman CCTV di lokasi Brimob tewas dan Kopassus terluka. Foto: Net
Brimob Tewas di Bar Sopir Kabaintelkam Polri? IPW Ajukan 4 Pertanyaan
example banner

example banner

Jakarta (AD)– Brimob tewas, prajurit Kopassus terluka, bikin Ketua Presidium Indonesia Police Wacth, Neta S Pane penasaran dan  mengajukan 4 pertanyaan. Salah satunya Neta menanyakan, apakah Brimob tewas itu sopir Kepala Badan Intelijen Dan Keamanan Polri, Komjen Paulus Waterpauw?. Demikian lansir JPNN.com, Senin, 19 April 2021.

Aktivis Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Polda Metro Jaya segera mengungkap secara transparan kasus dugaan pengeroyokan yang mengakibatkan seorang personel Brimob tewas dan satu prajurit Kopassus luka-luka, di dekat salah satu bar di Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (18/4) pagi.

BACA..  AHY Bertemu Anies, Saling Apresiasi dan Ingin Terus Berkolaborasi

IPW menilai kasus tersebut penting segera diungkap agar tidak menjadi teror baru bagi warga Jakarta di saat menjalani Bulan Ramadan.

Menurut Ketua Presidium IPW Neta S Pane, setidaknya ada empat pertanyaan yang muncul dari kasus tersebut.

Pertama, benarkah kasus itu berlatar belakang keributan antaroknum aparatur keamanan?

Kedua, benarkah lima dari ketujuh pelaku sudah ditangkap dan yang menangkap adalah aparat militer?

“Ketiga, benarkah korban tewas adalah supir Kabaintelkam Komjen Paulus Waterpau? Keempat, benarkah keributan terjadi saat mereka berada di bar dan berlanjut di luar bar?,” ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam keterangannya, Senin (19/4).

Pengamat kepolisian ini lebih lanjut mengatakan, sepengetahuannya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo sudah melarang anggota Polri berada di tempat hiburan malam, setelah kasus ditembaknya anggota TNI oleh oknum polisi di sebuah kafe di Cengkareng, beberapa waktu lalu.

BACA..  Forkopimda Plus Perketat Razia di Pos Check Point Perbatasan Aceh Sumatera

“Informasi yang diperoleh IPW, lima dari tujuh pelaku sudah tertangkap. RMS, PW, MI, MS dan HW. Sedangkan dua lagi masih buron. Polda Metro Jaya perlu menjelaskan, apakah para pelaku bagian dari oknum aparatur keamanan atau bukan,” ucapnya.