Yayasan Aceh Kreatif Dukung Kreasi Propamen Wali Kota

oleh -112 views

Laporan | Ahmad Fadil

Banda Aceh (AD)- Untuk membangun perekonomian Kota Banda Aceh, langkah demi langkah kreasi terus dilakukan Wali Kota Banda Aceh. Kali ini, Wali Kota kembali menunjukkan perhatiannya terhadap sektor perekonomian di Banda Aceh melalui Program Pembiayaan Pemuda Entrepreneur (Propamen).

“Program ini sebagai bentuk terobosan baik Wali Kota yang patut didukung secara seksama dalam mengoptimalkan pertumbuhan enterpreuner muda baru di Banda Aceh. Program ini patut diapresiasi dan kita mengajak semua pihak untuk mendukung program ini agar terealisasi dengan maksimal, sehingga ke depan dapat terus di tingkatkan,” ungkap Ketua Yayasan Aceh Kreatif Delky Nofrijal Qutni, Rabu 18 November 2020 di Banda Aceh.

Menurut Delky, program ini sangat sejalan dengan amanah Qanun nomor 4 tahun 2018 tentang pembangunan kepemudaan Aceh. Pihaknya berharap, langkah yang dilakukan oleh Wali Kota ini dapat menjadi roll model bagi Pemerintah Aceh dan daerah lainnya wabil khusus di Provinsi Aceh untuk terus memperhatikan sektor kewirausahaan pemuda.

BACA..  Wali Kota Terima Penghargaan Dari Menteri Keuangan RI

Apalagi, kata Delky, sistem pembiayaan yang diterapkan berdasarkan syari’ah, tentunya ini sangat tepat sebagaimana pasal 2 Qanun Nomor 4 Tahun 2018 pasal 2 Qanun Nomor 4 Tahun 2018 yang menyebutkan bahwa pembangunan kepemudaan Aceh dilaksanakan berdasarkan azas keislaman dan kearifan lokal.

“Untuk contoh awal mungkin Banda Aceh sudah memulainya, dan program ini dapat dijadikan acuan oleh Pemerintah Aceh untik menerapkannya di seluruh Aceh. Tentunya dengan pembiayaan kewirausahaan pemuda yang juga berbasis syari’ah,” kata Delky.

Pada tahap perdana, Wali Kota Banda Aceh telah memberikan pembiayaan berbasis syari’ah kepada 1000 (seribu) Entrepreneur muda Kota Banda Aceh dengan menggandeng PT Mahirah Muamalah Syari’ah.

BACA..  Wali Kota Serahkan Alat Kerja Untuk Home Industri

“Mudah-mudahan, ke depan quotanya dapat ditingkatkan lagi, sehingga geliat kewirausahaan di kalangan muda Banda Aceh dapat terus bertumbuh dengan masif,” harapnya.

Delky menyebutkan, sebagai terobosan lebih lanjut, Yayasan Aceh Kreatif menyarankan kepada Pemko Banda Aceh untuk membentuk Lembaga Permodalan Kepemudaan dan Kewirausahaan Pemuda (LPKP) di Banda Aceh. Pembentukan LPKP ini nantinya dapat menjadi acuan dalam penerapan pasal 26 Qanun nomor 4 tahun 2018, dimana salah satu upaya untuk memfasilitasi pelaksanaan pengembangan kewirausahaan pemuda melalui bantuan akses permodalan, dan itu dapat diwujudkan dengan cara memfasilitasi pembentukan LPKP.

“Pembentukan LPKP di Kota Banda Aceh juga sejalan dengan amanah PP Nomor 60 Tahun 2013 pasal 3, yang menyebutkan bahwa LPKP berfungsi memfasilitasi akses permodalan bagi wirausaha muda pemula untuk memulai menjalankan usaha,” ungkap Ketua Yayasan Aceh Kreatif ini.

BACA..  Usman Lamreung : Apakah Dana Pokir Dewan Sesuai RPJM Aceh Hebat

Selain itu, kata Delky, kepedulian Wali Kota terhadap kewirausahaan pemuda dengan pemberian modal usaha yang tetap menerapkan sistem pembiayaan syari’ah, tentunya juga tidak terlepas dari visi dan misi Wali Kota Banda Aceh.

Penerapan syari’at Islam itu, tidak hanya bicara razia atau cambuk semata, tapi hendaknya secara bertahap terus dapat diterapkan untuk berbagai sektor terutama bicara ekonomi yang menjadi salah satu pilar utama pembangunan kota, hendaknya tetap menerapkan dan mengoptimalkan pembiayaan berbasis syari’ah.

“Yayasan Aceh Kreatif siap mendukung Wali Kota untuk menerapkan dan memaksimalkan pembiayaan kewirausahaan pemuda yang berbasiskan syari’ah, sehingga dapat menghadirkan keberkahan, dan insya Allah ini dapat jadi roll model bagi daerah lainnya, Amin,” pungkas Delky Nofrijal Qutni.