Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Putra Peusangan, Zulfikar Raih Doktor Lingkungan di USU Medan

oleh -0 views

Bireuen (AD) Seorang putra terbaik Peusangan, drh Zulfikar, M.Si, yang juga dosen di Universitas Almuslim, Bireuen berhasil menggapai Gelar Doktor yang diraihnya di bidang Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL) dari Universitas Sumatera Utara (USU) Medan.

Figur putra terbaik Peusangan itu, Zulfikar meraih gelar Doktor setelah menyelesaikan ujian promosinya di hadapan sejumlah penguji pada bulan lalu yang sukses mempertahankan disertasinya berjudul “Pengendalian Nematoda Gastrointestinal (NGI) pada Sapi Berbasis Pengelolaan Lingkungan di Provinsi Aceh”. Dalam ujian promosi yang dipimpin langsung, Rektor USU Medan, Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., bulan lalu.

Sedangkan panitia ujian promosi diketuai, Prof. Dr. Ir. Sayed Umar, M.S., yang merupakan Guru Besar Bidang Reproduksi Ternak Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian USU Medan, dengan para anggotanya, masing-masing, drh. T. Reza Ferasyi, M.Sc., P.hD., dan Dr. Ir. Maruf Tafsin, M.Si.

Sementara panelis penguji terdiri dari Prof. Dr. Dwi Suryanto, M.Sc., Guru Besar Bidang Mikrobiologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam USU, Dr. Delvian, M.P., dari Program Studi PSL USU, dan Dr. drh. Muhammad Hambal dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

BACA..  Lapas Kelas IIB Lhoksukon Laksanakan Penyuluhan Hukum Gratis

Zulfikar yang dikenal sebagai dosen di Fakultas Pertanian Umuslim, yang meneliti tentang proses pengendalian parasit cacing nematoda gastrointestinal (cacing yang berada dalam saluran pencernaan) pada sapi dengan basis pengelolaan lingkungan. Dia juga melakukan riset di wilayah dataran rendah dan dataran tinggi di Provinsi Aceh. Penelitian itu, bertujuan mendapatkan gambaran dalam membuat pemodelan sehingga bisa disusun strategi pengendalian yang tepat terhadap kontaminasi parasit cacing nematoda gastrointestina, pada sapi.

Berdasarkan analisis faktor manajemen pemeliharaan wilayah dataran rendah, terlihat manajemen produksi dan kesehatan berpengaruh dan berisiko terhadap meningkatnya parasit cacing nematoda gastrointestinal. Sementara di wilayah dataran tinggi, terlihat pengelolaan lingkungan dan nilai ekonomi yang berpengaruh dan berisiko,” ujar Zulfikar dalam ujian promosinya.

Menurut Zulfikar, berdasarkan gambaran risiko dari faktor lingkungan dan manajemen pemeliharaan, perlu dibuat satu pemodelan berdasarkan perubahan lingkungan untuk melihat dan menentukan peluang terhadap perkiraan perjalanan parasit nematoda gastrointestinal di dalam dan luar tubuh sapi.

BACA..  TMMD 112 Resmi Ditutup,Wakil Walikota Lhokseumawe Apresiasi Sinergi Antar Element

Menjawab wartawan, soal pandangannya yang dapat memberikan kontribusi positif untuk kepentingan masyarakat dan daerah, Dr. drh. Zulfikar, M.Si., memberikan rekomendasi bahwa dalam pemeliharaan ternak sapi pada masa akan datang perlu dibuat suatu rancangan strategi yang representative. Seperti melakukan studi kelayakan dan membuat perencanaan sebelum peternakan sapi dikembangkan pada suatu wilayah. “Sehingga ternak sapi dapat terhindar dari kontaminasi penyakit, termasuk penyakit yang disebabkan parasit cacing nematoda gastrointestinal,” ujar Zulfikar yang juga Sekretaris Direktur Pascasarjana Umuslim.

Oleh karenanya, Doktor Zulfikar mengharapkan dukungan dari berbagai pihak pemangku kepentingan (pemerintah, pengusaha, dan peternak). “Tentu ini, dapat menjadi pedoman untuk menentukan langkah-langkah dalam pelaksanaan dari manajemen pemeliharaan peternakan yang berkelanjutan khusus untuk pengendalian parasit cacing nematoda gastrointestinal pada lingkungan peternakan sapi di Provinsi Aceh,” ujar Zulfikar.

Sedangkan sosok, Zulfikar lahir di Matang Glumpang Dua, 26 Desember 1968 yang merupakan putra dare pasangan H. Abdullah Hasan (almarhum) dan Hj. Cut Latifah (almarhumah) yang saat ini, menetap di Gampong Ulee Matang, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen.

BACA..  Kapolres Aceh Utara Pimpin Sertijab

Ia, adalah Sarjana Kedokteran Hewan (SKH) lulusan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Syiah Kuala Banda Aceh tahun 1994, dan menamatkan pendidikan profesi Dokter Hewan (drh) pada FKH Universitas yang sama 1996. Kemudian Zulfikar melanjutkan pendidikan Magister Kesehatan Masyarakat Veteriner pada Pascasarjana Unsyiah dan lulus tahun 2013. Kemudian menjadi dosen tetap Umuslim dan baru saja meraih gelar Doktor Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan dari USU Medan.

Perjalanan karirnya, menjadi dosen tetap di universitas yang menjadi jantung hati masyarakat peusangan, dan staf Wakil Rektor III Umuslim 2008-2012, Sekretaris Badan Pelaksana Kuliah Kerja Mahasiswa (Bapel KKM) Umuslim 2013-2015, Wakil Dekan II (Bidang Administrasi dan Keuangan) Fakultas Pertanian/FP Umuslim 2016-2017, Wakil Dekan I (Bidang Akademik) FP Umuslim 2017-2021, dan sampai saat ini, menjadi Sekretaris Direktur pascasarjana Umuslim 2021.(Maimun Mirdaz).