banner 700250

Otherside Band Milik Siapa?

oleh -155 views

KITA ingat di era tahun 80 an, dimana hingar bingarnya genre musik Avantgarde, Grunk Funk, Rock and Roll, Trassh, Speed Rock, Heavy Metal membahana memenuhi ruang musik dunia.

Band band aliran speed rock dihambakan menjadi dewa yang mempengaruhi pola pikir dan gaya hidup. Pengaggumnya terhipnotis menjadi sugesty bersikap.

Kolaborasi Mozart merubah bahwa tak selamanya orkestra tak bisa diramu dengan warna musik bergenre Rock dan Blues, menghasilkan musik yang sangat rumit, namun enak dinikmati oleh kalangan pengagum musik.

Maju mundurnya genre musik dunia, tanah air dan daerah, tergantung bagaimana pelaku musik mampu meracuni pendengar dengan betotan dawai gitar, drum serta keyboard yang dimainkan.

BACA..  Siapkan Generasi Islami...!!!

Di Aceh Tamiang sendiri, Kabupaten yang berada di ujung Timur Aceh, merupakan dapurnya para pemusik handal yang mampu memainkan peran serta mempengaruhi pemusik pemusik lain, ke tingkat provinsi hingga nasional.

BACA..  Kondisi Jalan Ke Seuneubok Lhong Sangat Memprihatinkan

Kualasimpang, banyak melahirkan pemusik dan band berbakat, seperti Aceh Rock Band, Roxxy, Glanter dan Lasifel beberapa band bergenre Rock Aceh Tamiang pernah menyabek gelar juara, Sumatera Aceh dan Nasional.

Tak dipungkiri, Kualasimpang merupakan gudangnya para pemusik Aceh berbakat, kita patut acungkan jempol lahirnya band baru bergenre Hardrock, lahir dari anak muda berbakat yang telah menelurkan lagu dan album.

Otherside band lahir pada awal 2019 itu digawangi, Jazz pada Bass, Youngz pada Vocal, Wan Cartoon pada Gitar dan Andi Liandi pada Drum.

Mereka lahir dari segala keterbatasan alat, begitupun tak mengurangi semangat anak muda ini untuk berkiprah. Buktinya satu lagu andalan mereka bertajuk ‘Andai Kata’ mampu mengguggah para youtuber mengaplous subscribe dan ngelike.

Ini membuktikan kalau mereka punggawa dan berhak mendapatkan itu semua, personil Otherside, lahir dari berbagai profesi, yang jelas mereka bukan para begundal dan anti narkoba.

Ada yang lain, pada rilisan lagu kedua mereka, hadirnya Jazz yang mengisi kekosongan pormatur Bas, membawa perubahan warna musik menjadi lebih speedrock.

Apalagi Jazz telah lama pakum bermusik, karena kekentalan persahabatan antara Jazz dan Youngz, akhirnya Jazz luluh dan mau bergabung di Otherside.

Kepada atjehdaily.id, Jazz mengakui jika di era 2000 an pernah bergabung di Valency of Joy, Jazz bertahan hingga 2006. Dan ditahun 2007 Jazz membentuk grub band dengan nama Jywa Band, saat itu Youngz didapuk sebagai vokalis.

Di Jywa Band, Jazz merupakan sempalan band itu, sebab, hampir seluruh lagu yang dinyanyikan Youngz, adalah ciptaannya.

Akunya berkomentar; lagu bertajuk “Bunga Cinta” dari Jywa Band Sempat menjadi Tembang Hits Di Radio Birama FM Aceh Tamiang pada tahun 2007 lalu.

Harapan Jazz tak muluk muluk, kehadiran dirinya di Otherside, mampu memberikan warna dan suguhan baru, agar pecinta musik di Aceh merasa terhibur.

Otherside terbentuk, atas inisiatif dari sang guitaris Wan Cartoons bersama sang drummer Andi Liandy mereka berdua adalah sahabat yang sudah lama berteman.

Mampukah Otherside menjebol blantika musik Aceh dan nasional?, dengan warna baru?. jawabnya ada pada mereka. (Syawaluddin)