Rafli: Pilot Project Ganja dan Tembak Mati Pengedar Narkoba

oleh -83 views

Banda Aceh (ADC)- Dalam rangka penyusunan Rancangan Undang Undang (RUU) perubahan atas undang undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, Komite III DPD RI melakukan Kunjungan kerja (Kunker) ke Banda Aceh.

Kehadiran Anggota DPD RI ke Kantor Gubernur Aceh, Selasa 18 Juni 2019 tadi pagi, diterima oleh Plt Setda mewakili Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Kepala RJS, dan Para kepala BNNK.

Adapun tujuan dari Kunker tersebut, guna mendengar pendapat sejumlah pihak terkait dan penggiat anti Narkoba di Provinsi Aceh.

Dalam paparannya, Rafli mengatakan. Hari ini kita hadir mendata kembali masukan masukan untuk menguatkan regulasi yang terintegrasi dan permanen dalam upaya memerangi penyalahgunaan narkoba.

Terkait persoalan ganja di Aceh, Rafli turut mengusulkan agar ganja menjadi pilot project kebutuhan medis.

“Ganja, bila tidak disalahgunakan, sangat berguna di dunia medis. Saya rasa, ini bisa jadi pilot project di Aceh untuk dipergunakan khusus oleh medis dan menjadi pusat kajian ilmiah seperti yang sudah dilakukan oleh beberapa negara maju,” ujar Rafli

Rafli menegaskan, dalam RUU perubahan ini, saya mengusulkan ‘Tembak Mati’ para pengedar Narkoba ataupun oknum,” Tegasnya

BACA..  Masih Bertongkat, Nova Iriansyah: Apa Perlu Saya Buka Celana?

Selain itu, Rafli juga menyinggung selama ini ia terus menyuarakan anti penyalahgunaan Narkoba pada setiap kesempatan

Hadir pada rapat tadi pagi, dari Komite III DPD RI, Rafli, Dedi Batubara, Herry Erfian, KH Syibli Sahabudin, Oni Suwarman, Insiawati Ayus, dan Muhammad Saleh, Para senator itu berada di Aceh hingga sore ini. (Ahmad Fadil/Rel)