DPP Forkab Aceh Apresiasi Seruan Plt Gubernur Larang Masyarakat Ikut Aksi People Power

oleh -72 views

Banda Aceh (ADC)- Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Forum Komunikasi Anak Bangsa (Forkab) Aceh Polem Muda Ahmad Yani, menyambut positif seruan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, yang menghimbau masyarakat Aceh agar tidak mudah terprovokasi dan dimobilisasi oleh kepentingan segelintir elit politik untuk mengikuti ajakan aksi people power.

“Gerakan people power ini dinilai sarat pada kepentingan segelintir elit politik pasca kekalahan dalam meraih kekuasaan dengan menciptakan akrobat baru melalui penciptaan kegaduhan dan kekacauan menjelang keputusan Pleno rekapitulasi perhitungan suara KPU Pusat pada tanggal 22 mei 2019 yang akan datang,” ucap Polem Muda Ahmad Yani melalui pesan WhatsApp kepada Media ini, Sabtu 18 Mei 2019.

Menurutnya, gerakan people power ini merupakan gerakan yang tidak patut dilakukan karena hendak mendeligitimasi hasil rekapitulaai perhitungan suara KPU pusat dengan cara inkonstistusional dan melawan hukum, serta merupakan cerminan sikap tidak mendidik masyarakat dalam memberikan contoh bagaimana menyelesaikan masalah dengan mengedepankan instrument hukum sebagai solusi akhir atas penyelesaian setiap permasalahan.

“Kontek inilah yang sangat disayangkan, mengingat mentalitas politisi yang belum siap kalah dalam suatu pertarungan politik yang akhirnya berimbas melakukan cara cara inskontistusional dengan langkah menggiring masyarakat supaya terprovokasi berangkat ke Jakarta untuk melakukan tindakan makar diluar hukum dengan cara melakukan pembangkangan dalam melawan pemerintahan yang sah,” ungkapnya.

Selaku ketua umum DPP Forkab Aceh, ia mengintruksikan kepada segenap pengurus Forkab Aceh di 23 kabupaten dan kota, untuk segera membuat seruan bersama kepada segenap elemen masyarakat Aceh agar tetap kompak menjaga suasana agar semakin kondusif pasca terlaksananya pemilihan umum (Pemilu) seraya memberikan penyadaran kepada elit agar menjadikan hukum sebagai panglima dalam penyelesaian sengketa politik.

“Artinya, jika ada pihak yang merasa dirugikan atau dicurangi dalam penyelenggaraan pesta demokrasi, kita dorong dan kita persilahkan mereka melakukan pelaporan kepada bawaslu dan mahkamah konstistusi untuk dilakukan proses penyidangan terhadap perkara dengan cara se adil adilnya,” kata Polem Muda.

“Konsekwensinya adalah, jangan tempuh cara premanisme dan makar dalam menyelesaikan masalah sengketa pemilu. Disitulah cerminan sikap kenegarawanan politisi untuk menguji mentalitas seorang petarung yang siap menang dan siap kalah dalam sebuah pertarungan politik,” katanya lagi.

BACA..  Tim Humas Kanwil ATR/BPN RI Aceh Kunjungi Redaksi Atjehdaily.Id

“Oleh karena itu, perlu kedewasaan sikap dan legowo untuk menerima apapun hasil keputusan rapat pleno rekapitulasi suara dari komisi Penyelenggara Pemilihan Umum (KPU) demi sebuah konstestasi politik yang sehat dan bermartabat,” tutup Ketua Umum Forkab Aceh. (Ahmad Fadil)