Kapolri Instruksikan Jajarannya Tak Ragu Usut Tuntas Mafia Tanah

oleh -66 views

example banner

Laporan | Ahmad Fadil

Jakarta (AD)- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk tidak tahu mengusut tuntas kasus tindak pidana mafia tanah di seluruh Indonesia.

Upaya tegas ini sejalan dengan instruksi dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) yang fokus untuk memberangus adanya praktik tindak pidana mafia tanah di Indonesia.

“Masalah mafia tanah ini menjadi perhatian khusus Bapak Presiden, dan saya diperintahkan Bapak Presiden untuk usut tuntas masalah mafia tanah,” kata Sigit dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu 17 Februari 2021.

Oleh karena itu, Kapolri menginstrukan kepada seluruh jajarannya untuk bekerja secara maksimal dalam melakukan proses hukum terhadap mafia tanah.

BACA..  Sungguh Tega!! Ayah Tiri Perkosa Dua Anaknya di Aceh Besar

Sebagai aparat penegak hukum, Sigit menyebutkan, Polisi harus menjalankan tugasnya untuk membela hak yang dimiliki dari masyarakat.

example banner

“Saya perintahkan seluruh anggota di seluruh jajaran untuk tidak ragu-ragu mengusut tuntas masalah mafia tanah. Kembalikan hak masyarakat, bela hak rakyat, tegakkan hukum secara tegas,” ujar mantan Kapolda Banten ini.

Disisi lain, Sigit juga menegaskan kepada jajarannya untuk menindak siapapun yang membekingi ataupun aktor intelektual di balik sindikat mafia tanah tersebut.

“Karena masalah mafia tanah menjadi perhatian Bapak Presiden, saya minta untuk jajaran tidak perlu ragu proses tuntas, siapapun ‘bekingnya’,” ucap Sigit.

Kapolri menjelaskan, pemberangusan mafia tanah ini merupakan bagian dari program Presisi atau pemolisian prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan.

BACA..  Kejari Sabang Eksekusi Oknum ASN

“Sebagaimana program Presisi, proses penegakan hukum harus diusut tuntas tanpa pandang bulu,” tegas Sigit.

Terkait kasus mafia tanah pada tahun 2020, Bareskrim Polri melalui Satgas Mafia Tanah, tercatat melakukan proses penyidikan sebanyak 37 perkara. Sementara itu, delapan dalam proses penyelidikan.

Dari penyidikan tersebut, 12 diantaranya sudah dilakukan pelimpahan tahap II, enam perkara dinyatakan lengkap atau P21 dan empat diantaranya proses P19 serta tiga kasus SP3.

Kemudian, Polda Metro Jaya menangkap satu sindikat mafia tanah. Komplotan tersebut bekerja dengan memalsukan akta tanah dan membuat e-KTP ilegal. Atas kejahatannya korban mengalami kerugian ratusan miliar.

BACA..  AKBP Tri Hadiyanto : Masyarakat Adalah Tujuan Utama Kita

Saat ini, polisi juga sedang mengusut kasus sindikat mafia tanah yang diduga melakukan penipuan sertifikat ibu dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal.

Dalam pengembangannya, Polisi sejauh ini sudah menetapkan 12 orang sebagai tersangka terkait dengan perkara tersebut. Polda Metro Jaya saat ini telah menerima tiga laporan dalam kasus itu.

Laporan pertama dilakukan pada April 2020 lalu terkait rumahnya di Pondok Indah. Laporan kedua pada November 2020 terkait rumahnya di Kemang, dan ketiga pada Januari 2021, yang mana masih dalam proses penyidikan. (*)