Menjaga Kehamilan di Masa Pandemi COVID – 19

oleh -112 views

Opini | Rahma Khairani Ramsi & Vina Zaynah Kholilullah.

INDONESIA merupakan salah satu negara yang terjangkit pandemi Corona Virus Disease-19 (COVID-19) dengan angka kejadian terkonfirmasi (kasus baru) yang terus bertambahsecara fluktuatif.

COVID-19 pertama kali diumumkan olehWorld Health Organization (WHO) pada akhir tahun 2019 sebagai penyakit menular yangdisebabkan Virus Corona (Virus SARS-COV 2).

Pandemi COVID-19 telah ditetapkan sebagai bencana nasional non – alam oleh pemerintah Indonesiamelalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2020. Hal  ini dikarenakan meningkatnya jumlah korban jiwa, mempengaruhi perekonomian serta luasnya wilayah yang terdampak oleh bencana ini.

Situasi pandemi COVID-19 menyebabkan banyak pembatasan hampir ke semua layanan kesehatan rutin termasuk pelayanan kesehatan maternal dan neonatal. Hal ini menyebabkan ibu hamil menjadi enggan ke puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya karena takut tertular dan juga karena adanya anjuran menunda pemeriksaan kehamilan dan kelas ibu hamil, serta ketidaksiapan layanan dari segi tenaga medis dan sarana prasarana termasuk Alat Pelindung Diri (APD).

Pedoman bagi ibu hamil menurut Kementrian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2020,untuk melakukan pemeriksaan kehamilan pertama kali, terlebih dahulu membuat janji dengan bidan ataupun dokter.

Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan terinfeksi COVID-19, agar ibu hamil tidak lama menunggu antrian pada saat sebelum pemeriksaan kehamilan.

Berikut merupakan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas selama masa Pandemi:

Pemeriksaan kehamilan pertama kali dilakukan dengan janji temu dengan dokter di Puskesmas; Pemeriksaan kehamilan rutin pada trimester kedua ditunda kecuali terdapat keluhan/risiko/tanda bahaya (tercantum dalam buku KIA) atau tetap dapat dilakukan melalui telekonsultasi.

BACA..  Pak Pangdam, Ada “Baliho” Joko Tjandra di Mabes Polri dan Kejaksaan Agung

Pemeriksaan kehamilan pada trimester ketiga dilakukan dengan janji temu di Puskesmas, dilaksanakan 1 (satu) bulan sebelum taksiran partus; Pengisian stiker Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) dipandu bidan/perawat/dokter melalui media komunikasi; Kelas Ibu Hamil ditunda pelaksanaannya atau dapat dilakukan secara daring.

Lalu Ibu hamil harus memeriksa kondisi dirinya dan gerakan janin, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menjaga kebersihan diri, mempraktikkan aktivitas fisik seperti senam ibu hamil/yoga/aerobik/pilates/peregangan, dan minum tablet tambah darah sesuai dosis yang diberikan tenaga kesehatan; Pemeriksaan pada ibu hamil dengan kasus COVID-19 baik Orang Dalam Pantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG) maupun kasus terkonfirmasi mengikuti pedoman yang berlaku; Persalinan normal tetap dapat dilakukan di Puskesmas bagi ibu hamil dengan status BUKAN ODP, PDP atau terkonfirmasi COVID-19 sesuai kondisi kebidanan menggunakan APD sesuai pedoman.

Ibu hamil berisiko atau berstatus ODP, PDP atau terkonfirmasi COVID-19 dilakukan rujukan secara terencana untuk bersalin di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) rujukan; Situasi pandemi COVID-19 menyebabkan peningkatan kecemasan pada ibu hamil, bukan sajamencemaskan keadaan janinnya tetapi juga mencemaskan apakah ibu dan janin akan sehatbebas infeksi COVID-19, aman atau tidaknya dalam pemeriksaan kehamilan selama pandemi.Ibu hamil merupakan salah satu kelompok resiko terinfeksi COVID-19, dikarenakan pada masa kehamilan terjadinya perubahan fisiologi yang mengakibatkan penurunan kekebalan tubuh parsial.

Kehamilan yang disertai dengan kecemasan akanmenurunkan imun ibu sehingga ibu hamil akan semakin rentan terinfeksi COVID-19.Namun sangat disayangkan masih banyak ibu hamil yang beraktivitas di luar rumah tidak sesuai dengan protokol kesehatan seperti tidak memakai masker, berbicara  dengan tetangga tanpa menjaga jarak, dan sesekali tampak masih berada dalam keramaian.

BACA..  Jeritan Nelayan Messah, Taman Nasional Komodo

Rendahnya pemahaman ibu hamil tentang upaya pencegahan infeksi COVID-19 selamakehamilan dikarenakan masih beredarnya informasi-informasi palsu di masyarakat luasmengenai COVID-19 termasuk penularan, pengobatan dan pencegahan tertularnya COVID-19.

Melalui Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2020 dikatakan bahwa padakelompok ibu hamil, ibu nifas, ibu memiliki bayi, ibu menyusui dalam upaya pencegahan infeksiCOVID-19 memiliki prinsip universal precaution seperti mencuci tangan memakai sabun dan airmengalir sesering mungkin selama 20-60 detik atau jika tidak ada dapat menggunakan handsanitizer, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, memakai alat pelindung diri (masker),mempraktikkan etika batuk bersin, menjaga kebugaran tubuh dan menjaga kestabilitasan imuntubuh.

Upaya Pencegahan Umum Yang Dapat Dilakukan Oleh Ibu Hamil, Bersalin Dan Nifas :

Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sedikitnya selama 20 detik; Gunakan hand sanitizer berbasis alkohol yang setidaknya mengandung alkohol 70%, jika air dan sabun tidak tersedia.

Cuci tangan terutama setelah Buang Air Besar (BAB) dan Buang Air Kecil (BAK), dan sebelum makan, Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang belum dicuci.

Hindari kontak dengan orang yang sedang sakit.

Saat sakit tetap gunakan masker, tetap tinggal di rumah atau segera ke fasilitas kesehatan yang sesuai, dan jangan banyak beraktivitas di luar rumah.

Tutupi mulut dan hidung saat batuk atau bersin dengan tissue. Buang tissue pada tempat yang telah ditentukan. Bila tidak ada tissue, lakukan batuk sesuai etika batuk.

BACA..  Pak Pangdam, Ada “Baliho” Joko Tjandra di Mabes Polri dan Kejaksaan Agung

Bersihkan dan lakukan disinfeksi secara rutin permukaan dan benda yang sering disentuh.

Menggunakan masker adalah salah satu cara pencegahan penularan penyakit saluran napas, termasuk infeksi COVID-19.

Akan tetapi penggunaan masker saja masih kurang cukup untuk melindungi seseorang dari infeksi ini, karenanya harus disertai dengan usaha pencegahan lain. Pengunaan masker harus dikombinasikan dengan hand hygiene dan usaha-usaha pencegahan lainnya.

Masker medis digunakan untuk ibu yang sakit dan ibu saat persalinan. Sedangkan masker kain dapat digunakan bagi ibu yang sehat dan keluarganya.

Keluarga yang menemani ibu hamil, bersalin dan nifas harus menggunakan masker dan menjaga jarak.

Menghindari kontak dengan hewan seperti: kelelawar, tikus, musang atau hewan lain pembawa COVID-19 serta tidak pergi ke pasar hewan.

Bila terdapat gejala COVID-19, diharapkan untuk menghubungi telepon layanan darurat yang tersedia (Hotline COVID-19 : 119 ext 9) untuk dilakukan penjemputan di tempat sesuai SOP, atau langsung ke RS rujukan untuk mengatasi penyakit ini.

Hindari pergi ke negara/daerah terjangkit COVID-19, bila sangat mendesak untuk pergi diharapkan konsultasi dahulu dengan spesialis obstetri atau praktisi kesehatan terkait.

Rajin mencari informasi yang tepat dan benar mengenai COVID-19 di media sosial terpercaya.(*)

 

Penulis : Rahma Khairani Ramsi & Vina Zaynah Kholilullah. Program Studi: Pendidikan Dokter.

Fakultas : Kedokteran, Universitas : Universitas Malikussaleh. Dibawah bimbingan Ibu Rasyimah, S. S., M. ED