banner 700250

Ungkap Jaringan Sabu Internasional, Polisi Amankan Dua Mahasiswi Aceh

oleh -323 views

Banda Aceh (AD)- Satuan reserse narkoba (Satresnarkoba) Polresta Banda Aceh lakukan penahanan terhadap kurir pengiriman ‘Narkotika’ jenis sabu asal Aceh. Kedua tersangka tersebut, berjenis kelamin perempuan berinisial IN (23) dan ZH (23) asal Kabupaten Bireuen, Aceh. 

Dua orang yang dikategorikan dalam kejahatan sindikat narkoba ini, ditangkap oleh petugas Bandara Sultan Iskandar Muda Blang Bintang, setelah kedapatan menyeludupkan narkoba jenis sabu, Minggu 23 Agustus 2020 sekitar jam 08.30 WIB.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, SH saat konferensi pers di Polresta Banda Aceh, Kamis 17 September 2020 mengatakan, kedua tersangka ini terlibat dalam jaringan penyeludupan sabu lintas provinsi, bahkan internasional. Dari kedua tersangka, Polisi mengamankan barang bukti satu kilogram sabu.

BACA..  Polda Aceh Amankan Empat Pelaku Penyelundupan Etnis Rohingya

“Cara kedua tersangka menyeludupkan satu kilogram sabu ini, dengan menggunakan sendal jepit yang telah dimoditifikasi. Sabu tersebut hendak dikirim ke Jambi,” kata Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto,SH didampingi Dirnarkoba Polda Aceh Kombes Pol. Ade Sapari, S.IK.,MH, dan Kasatreskoba AKP Raja Aminuddin Harahap, S. Sos.

Kedua tersangka berinisial IN dan ZH, merupakan kurir yang mengirim sabu ke bandara dengan tujuan ke Jambi. Kecurigaan petugas Avsec Bandara, mereka memerintahkan untuk membuka sandal yang dipakainya yang telah di isikan paket sabu per sandal seberat 250 gram. Mereka masih berstatus mahasiswi,” jelas Trisno.

BACA..  Polda Aceh Amankan Empat Pelaku Penyelundupan Etnis Rohingya

Setelah dilakukan penangkapan terhadap dua mahasiswi ini, petugas selanjutnya melakukan pengembangan dan berhasil menangkap dua tersangka lainnya.

Dua tersangka lain yang ditangkap berinisial JN juga berjenis kelamin perempuan. JN ditangkap di Bireuen, sementara satunya lagi berjenis kelamin laki-laki berinisial MF berhasil diamankan di Samahani, Aceh Besar. JN berperan menjadi orang yang mencari kurir untuk mengirimkan barang haram tersebut dengan upah 10 juta dari pemiliknya MD yang sedang dilakukan pencarian.

Sedangkan motif dari kedua mahasiswi menyeludupkan sabu ini, karena faktor ekonomi.

“Motifnya ya ekonomi alasannya. Mereka diupah Rp 40 juta,” ungkap Trisno.

Selain itu, Trisno juga menyebutkan, para tersangka ini sudah beberapa kali mengirimkan narkoba keluar daerah.

“Sudah tiga kali, dan lolos. sebelumnya mereka membawa sabu dari Bireuen ke Medan dengan jalur darat, kemudian naik pesawat. Kalau sebelumnya mereka kirim ke Lampung. Modusnya juga sama, dengan menyeludupkan sabu ke dalam sendal,” ujar Kapolresta.

Dijelaskan, pada bulan September 2020, dalam kurun waktu dua bulan, ada dua kasus yang sama dengan modus yang sama, menyeludupkan sabu melalui sepatu dengan tujuan barang haram tersebut ke Jakarta oleh MF dan YG.

“Modus yang dilakukan oleh pelaku hampir-hampir sama, hanya dengan media berbeda,” tutur Trisno.

Kedua tersangka berjenis kelamin laki- laki itu berasal dari Kabupaten Pidie, yaitu Padang Tiki, dengan barang bukti sabu satu kilo gram. SY dan HSZ memperoleh dari HD dan ini akan dibawa ke Jakarta, namun saat dibandara SIM, kecekatan petugas dalam malakukan penggeledahan berhasil menyita sabu tersebut.

Polresta Banda Aceh dibantu oleh Polda Aceh saling bekerjasama dalam rangka mengungkap kasus dan berhasil mengamankan para tersangka. Mereka dijerat dengan undang-undang tindak pidana narkoba Pasal 112 ayat (2) Subs Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 115 ayat 2 dari Undang – undang Narkotika nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun sampai 20 tahun penjara atau pidana penjara seumur hidup sampai hukuman mati,” pungkas Trisno Riyanto. (AF)