Miris Kondisi Rumah Guru Bakti Sekolah di Baktiya

oleh -104 views
Rumah tidak layak huni di gampong Matang Lawang, Baktiya, Aceh Utara.

 GOOGLE NEWS

ACEH UTARA, ATJEHDAILY.ID Penggiat Sosial CLR-PSM Peduli Aceh Akmal Daud menindaklanjuti laporan masyarakat melalui pesan messenger kepada dirinya baru-baru ini terkait rumah yang ditempati oleh salah satu keluarga di Gampong Matang Lawang, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara.

“Saya lakukan ini berdasarkan laporan masyarakat kepada diri saya baru-baru ini melalui pesan messenger terkait rumah yang kondisinya sangat miris yang ditempati oleh satu keluarga yang ada di gampong Matang Lawang,” kata Akmal Daud pada media saat di lokasi, Rabu, 17 Agustus 2022.

Begitu dirinya bersama dengan awak media tiba di lokasi rumah yang ditujunya, apa yang dilihat olehnya sesuai seperti foto rumah yang dikirim oleh masyarakat kepadanya.

“Benar ini rumah yang dikirim oleh masyarakat kepada saya melalui pesan messenger,” ujarnya.

Penggiat sosial CLR-PSM Peduli Aceh Akmal Daud sedang melihat kondisi rumah Sofyan yang sangat miris.

Begitu tiba di rumah yang ditujunya, dimana Akmal Daud yang didampingi oleh masyarakat gampong setempat langsung menjumpai pemilik rumah yang bernama Sofyan (42 tahun).

Penggiat sosial CLR-PSM Peduli Aceh ini sempat berbincang-bincang dengan Sofyan. Sofyan menceritakan pada dirinya tentang kondisi kehidupannya, dimana Sofyan dan istri bersama 3 orang anaknya itu sudah menempati rumah yang tidak layak huni tersebut lebih kurang 10 tahun.

“Coba Bang Akmal lihat kondisi rumah saya yang hampir roboh ini, saya minta kepada Allah SWT melalui Bang Akmal semoga saya dan keluarga bisa mempunyai rumah layak huni,” ujar Akmal meniru ucapan Sofyan.

Insyaallah, kata Akmal pada Sofyan,”saya akan berusaha untuk membangun rumah tersebut yang ditempati oleh Sofyan bersama istri dan 3 orang anaknya, akan kita usahakan dan juga kita minta dukungan dari para donatur dan sahabat netizen untuk dibangunnya rumah layak huni untuk keluarga Sofyan,” pinta Akmal.

Saat media ini menulusuri tentang kehidupan Sofyan sehari-hari bersama keluarganya, dimana dirinya (Sofyan) di gampong Matang Lawang di Panggil oleh warga gampong setempat dengan sebutan Pak Yan.

“Pak Yan itu merupakan guru di SD yang ada di gampong Matang Lawang, tetapi dia bukan PNS hanya bakti sekolah dan menurut saya Pak Yan layak dibantu rumah oleh pemerintah,” kata warga yang ikut menemani Akmal.

Sofyan membenarkan tentang profesinya sebagai guru pada awak media, dan dia menceritakan bahwa dirinya sudah berbakti di Sekolah Dasar tersebut sejak tahun 2008 dan sampai sekarang, “selama ini saya enggak masuk mengajar lebih kurang satu bulan dikarenakan tidak cukup penghasilan yang saya dapat di sekolah tersebut,” ungkapnya.

“Saya sekarang membantu istri turun ke sawah warga yang membutuhkan tenaga kami dengan upah harian demi menghidupi keluarga saya,” ujar Pak Yan sapaan akrabnya itu.

Dia mengharapkan kepada pemerintah Pusat, Provinsi, dan Kabupaten Aceh Utara sudinya untuk dibangun rumah sehat yang layak huni.

Sambung Akmal, “setelah saya mendapatkan informasi terkait rumah tersebut saya ada melakukan komunikasi dengan penggiat sosial Aceh Bang Edi Fadil, alhamdulillah Bang Edi Fadil sangat merespon terkait rumah tersebut,” imbuhnya Akmal.(Sayed Panton).