Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Bupati Bireuen Berikan Remisi 17 Agustus Kepada 270 Napi

oleh

Bireuen (AD) Bupati Bireuen memberikan remisi kepada 270 Narapidana yang menghuni “Hotel Prodeo” Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Bireuen, yang terkait dengan Hari Ulang Tahun ke-76 Republik Indonesia.

Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani, SH, MH bersama unsur Forkopimda setempat hadir di Lapas Kelas II B Bireuen, Selasa (17/8) untuk memberikan remisi dari Menkumham RI. Kepada awak Media, seusai penyerahan remisi kepada 270 narapidana, telah pula memberikan “Bungong Jaro” serta nasehat kepada warga binaan untuk tetap semangat maupun berpesan kepada mereka agar tetap hidup dengan damai, tenang dan nyaman.

BACA..  Binsan Simorangkir Jalani Sidang Kode Etik, Wilson Lalengke Hadir sebagai Saksi

Dikatakan, pemberian remisi bukan serta merta bentuk kemudahan bagi warga binaan permasyarakatan untuk cepat bebas, tetapi merupakan instrumen dan wahana normatif untuk meningkatkan kualitas pembinaan, sebagai modal untuk kembali ke lingkungan masyarakat secara tepat dan nyata.”Insyallah ketika kembali ke masyarakat kita mampu menciptakan hal-hal positif,” sebut Bupati Bireuen

Kalapas Kelas II B Bireuen, Abas Ruchadar yang didampingi Kabinadik, Sayed Misran mengatakan kepada media ini, Selasa (17/8) mengatakan, remisi yang diberikan kepada narapidana yang telah memenuhi syarat administratif maupun substantif sesuai UU No. 12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan serta Kepres No. 174 Tahun 1999 tentang Remisi. Dari 270 Orang, ada diantaranya mendapatkan remisi 1 bulan-6 bulan,

BACA..  Kadisdik: Kami Paham tidak Mudah, Tapi Kita Akan Berupaya Bersama-Sama

Menurut Abas Ruchandar remisi umum yang berikan tahun ini, sebanyak 270 narapidana, yang diantaranya 263 napi laki-laki dan tujuh napi wanita. “Alhamdulillah dari 270 Napi yang diajukan ke Menkumham RI untuk diberikan remisi, ternyata seluruhnya di kabulkan,” ujar Abas.

BACA..  Kasus Bansos di Dinas Sosial Bireuen Berlanjut ke Kejaksaan Agung RI

Disebutkan, mereka yang mendapat remisi, haruslah Narapidana yang sudah divonis atau mendapat kekuatan hukum tetap, serta sudah menjalani masa hukuman minimal enam bulan masa pidana untuk kasus pidana umum. “Syarat lainnya, harus menunjukkan sikap dan perilaku lebih baik dalam mengikuti seluruh tahapan, proses, kegiatan program pembinaan di Lapas,” timpal Sayed Misran.(Maimun Mirdaz).