Ketua FOREDER Sesalkan Pernyataan Tokoh Politik Aceh

oleh -199 views

Banda Aceh (AD)- Ketua Dewan Pembina Dewan Pimpinan Daerah Forum Relawan Demokrasi (DPD FOREDER) Provinsi Aceh, Sayed Munawir menyesalkan pernyataan yang dilontarkan oleh salah seorang tokoh Politik dari Partai nasional (Parnas) di Aceh terkait pembongkaran tapak Masjid Muhammadiyah di Kabupeten Bireuen. 

Menurutnya, sebagai tokoh politik tidak seharusnya beliau terpancing dan larut dengan isu-isu keagamaan yang sensitif. Alangkah sangat bijak apabila ia merangkul dan menghimbau agar kita tetap bersatu.

“Sebelum mengeluarkan pernyataan dengan narasi tendesius, ada baiknya ia memahami terlebih dahulu apa yang sedang terjadi dengan turun ke lokasi dan menanyakan secara langsung kepada kedua belah pihak,” tegas Sayed, Selasa 17 Mei 2022.

Seharusnya kita memberikan solusi terhadap masalah yang terjadi dengan menghadirkan kedua belah pihak, apalagi kita masyarakat Aceh kental dengan agama serta adatnya, mediasi dengan “Duek sipapeun tamita punca” (Duduk bersama mencari solusi).

BACA..  Semua Fraksi Terima, LPJ Nova Iriansyah Berjalan Lancar

Lebih baik kita menjadi air untuk memadamkan api, agar keharmonisan ini tetap terjaga sebagai tetangga yang hidup rukun berdampingan. Untuk memecah belah mudah, namun untuk merawat persatuan agar tetap terjaga itu yang susah.

“Apalagi kita ketahui saat ini isu agama sangat sensitif dan mudah untuk di adu domba satu sama lain,” tutur pria yang kerap disapa Habib ini.

Oleh karena itu, kita menghimbau semua pihak agar bersabar, dan jangan mudah terpancing dengan narasi provokatif yang dikeluarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan bertujuan memecah belah,” tutupnya.

Sebelumnya, dalam beberapa hari terakhir ini, banyak media massa dan media sosial menyoroti dampak tentang pembongkaran tapak pondasi Masjid Muhammadiyah yang terletak di Gampong Sangsoe, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen.

Hal tersebut dikarenakan adanya dugaan terkait dengan kepemilikian izin Mendirikan Bangunan (IMB) non prosedural dengan dikeluarkan putusan Incraht Mahkamah Agung (MA) .

Merujuk pada Keputusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Medan Nomor : 177 /B/2019/lPT.TUN Medan hari Selasa tanggal 3 September 2019 Jo Putusan PTUN Banda Aceh Nomor 2-G /2019/PTUN-BNA hari Selasa tanggal 2l Mei 2O19 yang isinya menguatkan Putusan PTUN Banda Aceh dan Putusan tersebut sudah incraht dan memiliki kekuatan hukum tetap. Bahwa berdasarkan Berita Acara yang ditandatangani oleh Para Keuchiek dan Imum Mukim dalam Kecamatan Samalanga pada hari Kamis 16 Januari Tahun 2020 bertempat di Gedung Serbaguna Kecamatan Samalanga, Para Keuchiek dan Imum Mukim dalam Kecamatan Samalanga telah melakukan musyawarah bersama Muspika Kecamatan Samalanga. Dalam rangka menjaga ketertiban umum dan ketentraman masyarakat yang selama ini berada dalam keadaan kondusif, maka dengan ini para Keuchik dan Imum Mukim menolak segala macam kegiatan Pembangunan apapun pada Lokasi Masjid Taqwa Muhammadiyah.(*)

BACA..  Semua Fraksi Terima, LPJ Nova Iriansyah Berjalan Lancar