LKPJ Gubernur Aceh 2020: Penghasilan Besar Belanja Kurang

oleh -24 views
LKPJ APBA 2020
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun Anggaran 2020 dalam Rapat Paripurna Dewan, di Gedung DPRA, Jumat (16/4/2021). Foto: Ist
example banner

example banner

BANDA ACEH (AD) – LKPJ (Laporan Keterangan Pertanggungjawaban)  Gubernur Aceh Nova Iriansyah Tahun Anggaran 2020  disampaikan dalam Rapat Paripurna dewan, di Gedung DPRA, Jumat, 16 April 2021 sore. Dari LKPJ itu diketahui, pendapatan total di APBA 2020 meningkat tajam sedangkan belanja minim.

Kondisi tersebut disampaikan Nova  dalam LKPJ Gubernur Tahun Anggaran 2020 yang merupakan laporan tahun keempat pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Aceh (RPJMA) Tahun 2017-2022, yang memuat capaian indikator pelaksanaan pembangunan, baik secara makro maupun mikro.

“LKPJ ini mengacu pada  pelaksanaan program dan kegiatan RKPA Tahun 2020 oleh masing-masing SKPA, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) nya berdasarkan data APBA Tahun Anggaran 2020,” kata Nova dalam rilis pers yang diterima Atjehdaily.Id, Sabtu, 17 April 2021.

BACA..  Serda Misthori Ikut Giling Padi Sertu Heri Lain Lagi

Gubernur menyebutkan, penyelenggaraan Pemerintahan Aceh tahun anggaran 2020 meliputi aspek keuangan dan pendapatan daerah. Keduanya merupakan unsur penting untuk membiayai seluruh proses dalam menyelenggarakan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Sepanjang tahun 2020, Pemerintah Aceh, kata Nova, telah mengupayakan peningkatan penerimaan daerah melalui koordinasi yang intens dengan Pemerintah Pusat, guna memperoleh perimbangan keuangan secara adil dan proporsional, sesuai dengan keistimewaan dan kekhususan Aceh.

“Kami juga terus melakukan inovasi berupa pemutihan pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama serta sosialisasinya, guna memotivasi masyarakat agar taat membayar pajak, retribusi, serta menunaikan zakat dan infak,” ujar Nova.

BACA..  GANAS, Ratusan Satpam Berkerumun Menunggu Diperiksa

Namun di sisi lain, Nova melaporkan bahwa pandemi Covid-19 sangat berpengaruh terhadap penerimaan Aceh, khususnya yang bersumber dari dana perimbangan.
Dalam paparannya, Gubernur Nova juga menyampaikan anggaran pendapatan, belanja Aceh tahun 2020, penerimaan pembiayaan yang diperoleh dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) dan pelaksanaan tugas Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dari Pemerintah Pusat yang dilaksanakan oleh enam SKPA.

Pendapatan Aceh Tahun Anggaran 2020 direncanakan Rp.14,005 triliun lebih, sedangkan realisasinya justru mencapai Rp.14,441 triliun lebih atau 103,11 persen yang terdiri atas Pendapatan Asli Aceh, Dana Perimbangan, dan Lain-Lain Pendapatan Yang Sah.

BACA..  Tali Silaturahmi Terputus Pasca Dinas Perhubungan Aceh Larang AKDP

Pendapatan Asli Aceh (PAA) bersumber dari Pajak, Retribusi, Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan, dan Lain-Lain Pendapatan Asli Aceh yang Sah, direncanakan Rp.2,18 triliun lebih, sedangkan realisasinya justru menohok angka  Rp.2,57 triliun lebih atau 117,74 persen, tepatnya juga melebihi target.

“Pendapatan Asli Aceh yang bersumber pajak daerah yang berasal Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor direncanakan Rp.711,18 miliar lebih, terealisasi Rp.755,4 miliar lebih atau 109,03,” kata Nova.