BPKP, BPK Hingga Bea Cukai Masuk Forum Sembilan

oleh -43 views
Kemiskinan Aceh
Sekretaris Daerah Aceh, dr. Taqwallah, M.Kes melakukan pertemuan dengan Kepala BPS, Ka.Kanwil DJP, Ka.Kanwil DJPBC dan SKPA terkait membahas penanggulangan kemiskinan di Aceh di Ruang Rapat Sekda, Banda Aceh, Senin (15/3/2021). Foto: Ist

example banner

BANDA ACEH (AD) – Sebagai upaya pemulihan ekonomi dan menekan angka kemiskinan di Aceh, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taqwallah, bersama Forum 9 beserta Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) terkait, kembali menggelar Rapat Koordinasi untuk upaya penanggulangan kemiskinan di Aceh, Senin (15/03/2021).

Rapat lanjutan yang berlangsung di dalam Ruang Rapat Sekda, di Kantor Gubernur Aceh tersebut, bertujuan untuk menyatukan persepsi antar SKPA terkait yang dibantu 9 instansi Vertikal yang ada di Aceh, guna mencari langkah strategis untuk mengejar penurunan angka kemiskinan di Bumi Iskandar Muda.

BACA..  Safari Ramadhan 1442 Hijriah Sukses, Pemerintah Aceh Senang

Kesembilan instansi vertikal tersebut adalah Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb), Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Perwakilan Bank Indonesia Aceh, Badan Pusat Statistik (BPS), dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Aceh.

BACA..  Ini Kata Wali Kota Sabang Pada Paripurna Penyampaian LKPJ Tahun 2020-2021

Kesembilan instansi vertikal yang disebut Forum Sembilan tersebut, nantinya akan turut mendampingi Pemerintah Aceh dalam upaya mengeliminasi kemiskinan di Aceh. “Ada yang bisa segera kita tindak lanjuti, kita segerakan, dan yang tidak bisa kita cari solusinya,” kata Sekda Aceh.

BACA..  Ini Kata Wali Kota Sabang Pada Paripurna Penyampaian LKPJ Tahun 2020-2021

Sementara Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Perwakilan Provinsi Aceh, Ihsanurrijal mengaku akan membantu memberikan data wilayah kantong-kantong kemiskinan di Aceh, agar program fokus penanganan di tempat tersebut dapat ditentukan.