Usman Lamreung: Ironis!! Anggaran Triliunan Digelontorkan, Tapi Masyarakat Aceh Tetap Miskin

oleh -95 views

Laporan | Ahmad Fadil

Banda Aceh (AD)- Aceh kembali mendapat gelar Provinsi termiskin di Sumatera berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk miskin di Aceh meningkat 19 ribu orang pada September 2020. Secara presentase, angka kemiskinan naik dan tertinggi di Sumatera sebesar 15,43 persen.

BACA..  Rencana Aksi Wartawati Mendapat Dukungan Kemenpora

Ironis memang, angka presentase kemiskinan di Aceh sepertinya tidak berubah-ubah tetap pada angka 15 persen, kalaupun turun itu hanya 0,5 persen sampai dengan satu persen.

BACA..  Buku Kisah Sukses Perantau Aceh Diluncurkan, JK Ikut Bersuara

“Anggaran APBA saban tahun begitu besar, namun persoalan kemiskinan tidak pernah tuntas dan selesai karena banyak kebijakan dan stimulus yang dilakukan hanya sebatas mendongkrak popularitas penguasa Aceh dan belum menyentuh masyarakat bawah,” ungkap Usman Lamreung, Rabu 17 Februari 2021 di Banda Aceh.

Selain itu, Usman juga menyebutkan, program Aceh Hebat masih hanya sebatas slogan. Aceh Sejahtera, Aceh Carong, Aceh Troe, Aceh Kreatif, Aceh Meugoe, Aceh Kaya, Aceh Teuga, Aceh Meuadab dan sebagainya, hanya dalan janji-janji dan basa basi saja, bukan realisasi.

Sementara itu, pemangku kekuasaan eksekutif dan legeslatif serta para elit politik hanya sibuk dengan hiruk pikuk kekuasaan, Interplasi (konflik eksekutif dan legeslatif), Kegaduhan Multyear, Pokir, Anggaran Recofusing yang tidak transparan, basa basi mencari Investor, serta merajalelanya korupsi yang pada akhirnya terlupakan isu kemiskinan yang saban tahun menjadi sorotan publik di Aceh dan Nasional.

“Anehnya hal itu terus terulang. Penguasa Aceh mulai dari Provinsi hingga kabupaten/Kota tidak ada kemampuan untuk menyelesaikan masalah kemiskinan, yang ada cuma dalam janji-janji, bukan bukti,” ujar Usman.

Pemerintah Aceh, kata Usman, mengaku telah menyiapkan anggaran Rp 9,3 triliun untuk program pengentasan kemiskinan. Anggaran yang dialokasikan tersebut, cukuplah fantastis, dan ini adalah bagian dari respon hasil data yang dipublis oleh BPS di media.

“Apakah anggaran yang sangat besar tersebut hanya sekedar janji-janji palsu, atau hanya untuk menutupi ketidakmampuan penguasa Aceh dalam memberikan kesejahteraan kepada rakyatnya,” tanya Usman Lamreung.

Oleh karena itu, ia berharap, penguasa negeri Serambi Mekkah ini jangan lagi memberikan harapan dengan mimpi-mimpi yang indah, karena rakyat Aceh sekarang butuh bukti dan realisasi, butuh stimulus kebijakan ekonomi untuk mendongkrak ekonomi masyarakat bawah.

“Anggaran triliunan telah digelontorkan oleh Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota. Namun ironisnya, masyarakat Aceh masih tetap dalam kemiskinan,” imbuhnya.

Menurut Usman, Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Nova Iriansyah sebagai Gubernur, disisa masa jabatannya ini seharusnya lebih fokus menyelesaikan persoalan yang besar, agar Aceh dapat keluar dari keterpurukan dan kemiskinan. Prioritaskan program peningkatan ekonomi masyarakat ke bawah.

“Jangan hanya terus memberikan angin segar atau cet langet (cat langit), yang hanya untuk mendongkrak popularitas. Apa yang sudah dijanjikan pada saat Pilkada dan sudah dituangkan dalam Aceh Hebat, itu yang harus di implementasikan,” tegas Usman.

“Aceh Hebat itu bukan hanya nama Kapal, tapi mampu memberikan kesejahteraan kepada rakyat Aceh”.

Diakhir statemennya, ia kembali menegaskan, Pemerintah Aceh harus mereformasi birokrasi dan memangkas terjadinya korupsi. Selama ini publik menyoroti masalah korupsi di Aceh, karena korupsi menjadi salah satu penyebab langgengnya kemiskinan.

“Pemerintah Aceh harus transparan dalam pengelolaan APBA, patut diduga kerap sekali terjadi kolusi dan korupsi dalam.pengelolaan APBA,” tutup Usman Lamreung.