Aceh Farm School Butuh Perhatian Khusus Pemkab Aceh Besar

oleh -122 views
example banner

Kota Jantho (AD)- Lembaga Pendidikan Pelatihan Pertanian dan Perternakan Aceh (LP4A) atau Aceh Farm School yang berada di bantaran Krueng Aceh, Gampong Meunasah Papeun, Kecamatan Krueng Barona, Kabupaten Aceh Besar, termasuk salah satu dari sekian bangunan yang dibongkar dalam penertiban di bantaran Krueng Aceh.

“Aceh Farm School ini berdiri sejak tahun 2014 silam. Lembaga ini didirikan oleh Nurwahidi (Wahid) lulusan Snakma Saree dan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), dan Beliau juga bekerja sebagai tenaga honor di Dinas Perternakan Aceh,” ulas Usman Lamreung kepada media ini, Senin 16 November 2020 di Banda Aceh.

Usman menceritakan, awal berdirinya Aceh Farm School ini adalah, bertujuan untuk mengisi waktu luang Wahid dengan melakukan aktivitas berkebun biasa, berternak serta bercocok tanam. Wahid telah lama menekuni bidang pertanian dan perternakan sehingga aktivitas tersebut telah mendarah daging di dalam jiwanya. Jika bicara pengalaman, Wahid telah banyak mengikuti latihan dan seminar baik itu lokal, nasional, bahkan internasional telah dilaluinya.

BACA..  Bupati Bireuen Serahkan Satu Unit RSS Bantuan dari PT BAS

Untuk terus mengasah dan merawat kemampuan serta keterampilannya, jelas Usman, Wahid mengembangkan lahan yang ada di bantaran Krueng Aceh menjadi tempat pendidikan dan pelatihan bidang pertanian dan perternakan Aceh yang berkolaborasi dengan berbagai disiplin ilmu lainnya.

“Wahid mengembangkan lahan yang berada di  bantaran Krueng Aceh sebagai tempat pendidikan dan pelatihan bidang pertanian serta perternakan,” ujar Usman.

Selain itu, kata Usman Lamreung, Aceh Farm School ini telah menjadi episentrum tempat berkumpul, sharing, silaturrahmi berbagai komunitas daerah. Seiring berjalannya waktu, Aceh Farm School telah bermetamorfosis menjadi lembaga perkumpulan resmi berakta notaris. Sejak tahun 2014, ratusan siswa, mahasiswa, kelompok ternak, dan BUMG telah magang di lembaga tersebut.

Berbagai usaha telah dilakukan oleh Aceh Farm School ini, diantaranya : Pabrik Pakan Ternak (Skala kecil), Usaha Perternakan Sapi dan Kambing, juga turut menyediakan Hewan Ternak untuk Hakiqah dan Kurban, Kenduri (Siap Potong dan Masak). Selain itu, Aceh Farm School ini juga mengadakan pelatihan pertanian dan perternakan, berbagai bibit tanaman dan HPT, berbagai jenis pupuk organik.

BACA..  Dandim 0103/Aceh Utara Buka Perkemahan Pramuka Saka Wira Kartika

“Ternyata tidak hanya itu saja yang dilakukan oleh Aceh  Farm School, lembaga ini juga menerima peserta magang, kunjungan Field Trip edukasi untuk PAUD, TK, SD, SLTP, SLTA, dan Mahasiswa juga mengadakan diskusi,” pungkas Usman.

Adapun kegiatan Prakerin/Magang di Aceh Farm School dengan materi ajar sebagai berikut :

1. Pembentukan. Karakter Kader Perternakan.

2. Pembuatan Konsentrat Pakan Ternak.

3. Pembuatan Pakan Fermentasi.

4. Agribisnis Perternakan.

5. Pembuatan Pupuk Kompos Probiotik.

6. Pembuatan Pestisida Nabati.

7. Branding Produk Perternakan.

8. Digital Marketing Online Produk Perternakan.

Selama ini dalam kurun waktu enam tahun berkiprah, ungkap Usman, Wahid telah membantu program pemerintah melalui pengenalan edukasi serta pelatihan bagi penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang pertanian dan perternakan.

BACA..  Mahasiswa KKN Kelompok 358 Sosialisasi Cara Pencegahan Covid-19 Kepada Masyarakat

Seharusnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar dapat bersinergi dengan Aceh Farm School untuk melanjutkan program sesuai kebutuhan daerahnya.

“Ini kok malah luput dari perhatian khusus Pemkab Aceh Besar. Apalagi dua sektor penting yang menjadi program unggulan Pemerintah Aceh Besar ada di bidang pertanian dan perternakan,” imbuh Usman Lamreung.

Kini Aceh Farm School tengah menghadapi masalah dampak dari penggusuran bantaran Krueng Aceh. Setelah berdiskusi, Wahid akan berpikir ulang untuk melanjutkan program- program besar dalam membantu pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Aceh Besar karena terkendala dengan lahan dan anggaran.

“Ini harus menjadi perhatian khusus dari Pemkab Aceh Besar demi mewujudkan mimpi Wahid dan Aceh Farm School yang konsisten bergerak di bidang penguatan SDM melalui sektor pertanian dan perternakan,” tutup Usman Lamreung. (WP/Red)