Aksi Pemblokiran Jalan kembali Terjadi di Bireuen

oleh -82 views

BIREUEN (Atjehdaily)-Aksi pemblokiran jalam kembali terjadi di Kecamatan Makmur, Kebupaten Bireuen, yang marah menyusul kerusakan jalan yang cukup parah, karena tidak ada perhatian pemerintah setempat, Rabu (15/11). Sebelumnya terjadi di Bivak, Krueng Simpo, Bireuen, juga diblokir dengan batu gajah dan balai pengajian  yang berkaitan erat dengan dilarangnya dump truk  mengangkut batu gajah yang disorder serang pengusaha di Peusangan untuk proyek pemecah ombak di Jangka.

Keterangan yang dihimpun media ini, mengungkapkan yang lintas Ulee Glee – Meureubo dan Sukarame di Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen, selama ini luput dari perhatian pemerintah Kabupaten Bireuen. Kondisinya rusak  parah, terlihat jalan penuh dengan lubang dan dipenuhi dengan kubangan ketika musim hujan.

Warga mengaku sulit ketika melintasi jalan tersebut, bahkan sampai mobil sering terjebak di lubang berlumpur. Ekses dari kondisi tersebut, warga Sukarame, Makmur memblokir jalan tersebut sebagai bentuk protes kepada Pemda Bireuen karena jalan tersebut belum diperbaiki juga.”Jalan ditutup, mohon diperhatikan jalan kami,” tulis warga pada triplek yang dipasang pada pohon pinang yang memblokir jalan tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bireuen, Fadli ST, MSM kepada awak media mengatakan bahwa dua ruas jalan tersebut memang sudah menjadi prioritas dalam Anggaran Pendapatan Dan Belanja Kabupaten (APBK) Bireuen tahun 2018 mendatang.“Ruas jalan Ulee Glee – Meureubo dan Sukarame sudah kami masukkan sebagai usulan prioritas kami pada APBK tahun 2018 mendatang,” ujar Kadis PUPR tersebut.

Fadli menyampaikan kepada warga untuk bersabar beberapa bulan lagi, mengingat kondisi jalan yang sudah sangat parah sehingga tidak mungkin dilakukan upaya perawatan untuk sementara, karena ke depan akan di bangun jalan tersebut.(Maimun Mirdaz)