Dandim 0101/BS Berharap, Langkah Penertiban Asrama TNI AD Berjalan Kondusif

oleh -136 views
example banner

example banner

Banda Aceh (AD)- Berdasarkan peraturan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) tentang pembinaan rumah negara dilingkungan Kemhan RI dan TNI, maka dari itu Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Kodam IM) telah mengambil beberapa langkah dalam rangka penertiban secara humanis kepada puluhan rumah dinas (Asrama) milik TNI -AD yang dihuni oleh orang yang bukan personel TNI aktif yang berada di wilayah Garnizun Kota Banda Aceh pada beberapa waktu yang lalu. 

Jauh sebelum mediasi penertiban ini berlangsung pada tahun 2016 yang lalu, Kodam Iskabdar Muda juga telah melayangkan sebanyak tiga kali surat yang berisi tentang peringatan Kepada penghuni rumdis TNI -AD yang merubah bentuk struktur bangunan untuk dijadikan kios/warung serta usaha lain yang yang berdampak menganggu tertib administrasi, tertib fisik dan tertib hukum, agar segera membongkar serta merapikan kembali.

Mengingat situasi tersebut, pihak Kodam Iskandar Muda berupaya mengambil beberapa langkah secara persuasif Dan humanis yaitu, langkah-1 03 September 2020, Kodam IM mengundang para penghuni asrama Segarnizun Banda Aceh yang bukan merupakan personil aktif di TNI, dengan tujuan untuk memberi sosialisasi kepada penghuni tersebut, agar mereka bisa memahami tentang tertib penggunaan aset BUMN berupa rumah dinas TNI-AD.

BACA..  Tali Silaturahmi Terputus Pasca Dinas Perhubungan Aceh Larang AKDP

Langkah-2 13 September 2020, mengundang kembali para penghuni tersebut untuk mengkoordinasikan hal yang sama. Langkah-3 14 September 2020, Kodam IM mengeluarkan surat peringatan terakhir kepada penghuni rumah dinas TNI-AD tersebut agar segera menyerahkan rumah dinas tersebut kepada Aslog kasdam IM.

Langkah-4 6 Oktober 2020, Kodam IM kembali lagi mengeluarkan surat pemberitahuan agar segera mengosongkan lahan dan bangunan liar di asrama TNI-AD, Langkah-5 26 Januari 2021, Kodam IM kembali lagi mengundang penghuni Rumdis TNI-AD dalam rangka membahas penertiban dan pengosongan asrama.

Meski telah dilakukan beberapa Sosialisi baik secara himbauan, pemberitahuan dan perintah langsung secara humanis yang dilakukan oleh Pihak Kodam IM dan selanjutnya Pangdam Iskandar Muda memerintahkan Kodim 0101/BS selaku yang bertanggung jawab atas Garnizun Banda Aceh melalui Koramil jajaran untuk terus melakukan sosialisasi mulai dari yang pertama yaitu, tgl 18 Maret 2021, sosialisi ke-2 tanggal 29 Maret 2021, sosialisi ke-3 tanggal 06 April 2021, sosialisi ke-4 tanggal 07 April 2021, yang dilakukan oleh anggota Koramil jajaran kodim 0101/BS.

BACA..  Serda Misthori Ikut Giling Padi Sertu Heri Lain Lagi

Selanjutnya sosialisi ke-5 tanggal 09 April 2021 yang dilakukan oleh aparat gabungan yang dipegang oleh tim Hukum terkait yaitu, Kumdam IM, Pomdam IM, Kodam IM dan Kodim 0101/BS, dan pada tanggal 12 April 2021 dilakukan pemasangan plang yang bertulis “Tanah Milik TNI-AD” yang dilakukan oleh Zidam IM.

Dandim 0101/BS Kolonel Inf Abdul Razak Rangkuti, S.Sos, M.Si. yang juga bertanggung jawab atas kewilayahan Garnizun Kota Banda mengatakan, berdasarkan Peraturan Pemerintah RI nomor 30 tahun 2005 yang berbunyi tentang Rumah negara dan dasar peraturan Menhan RI No13. tahun2018 tentang pembinaan rumah negara dilingkungan Kemhan RI dan TNI, maka dari dasar tersebut rumah dan lahan yang dihuni oleh bukan personil/PNS yang aktif di TNI ini merupakan Inventaris Kekayaan Negara (IKN) atau aset negara yang berkekuatan hukum.

“Tanah itu bersertifikat negara dengan nomor 2004 nama pemegang hak Departemen pertahanan RI yang dipergunakan untuk kepentingan Kodam IM,” Jelas Dandim dihadapan awak media, Juma’at 16 April 2021.

Selain itu, kata Dandim, langkah penertiban dilakukan secara persuasif ini merupakan bentuk tertib administrasi, tertib fisik dan tertib hukum, karena rumah dan lahan tersebut sudah tidak ditempati oleh orang yang berhak sehingga menyalahi fungsi dan aturan yang telah ditetapkan.

BACA..  Dandim 0103/Aceh Utara Serahkan Bingkisan Idul Fitri Kepada Prajurit

“Maka dari itu, pihak Kodam IM berencana akan melakukan penertiban secara langsung dan juga diberikan kesempatan selama satu bulan kedepan agar penghuni lahan tersebut mempunyai waktu untuk mengosongkannya. Selama ini kita sudah menjalankan proses secara persuasif dan humanis yaitu memberikan sosialisasi dan himbauan secara langsung, agar penghuni rumah dinas dan lahan tersebut bisa memahami dalam penggunaan lahan milik TNI,” kata Dandim 0101/BS.

Lanjutnya menambahkan, berdasarkan  aturan, rumah dan lahan (Asrama TNI-AD) yang berada di beberapa lokasi di wilayah garnizun Banda Aceh diperuntukan bagi prajurit TNI/PNS aktif, yang belum memiliki rumah atau masih mengontrak di luar asrama. Penertiban dilakukan sebagai langkah akhir berdasarkan perintah Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM).

Dandim berharap, dalam penertiban rumah dinas dan lahan ini dapat berjalan kondusif dan bisa diterima dengan penuh kesadaran serta menjadi contoh bagi penghuni rumah dinas lainnya yang telah selesai masa hak tinggalnya. (*)