Polisi Gagalkan Pengiriman 90 Bal Ganja Via Bandara SIM

oleh -87 views

example banner

Laporan | Ahmad Fadil 

Banda Aceh (AD)- Kepolisian Resort Kota (Polresta) Banda Aceh menggelar Konferensi Pers terkait pengungkapan kasus narkotika di Halaman Mapolresta Banda Aceh, Selasa 16 Maret 2021.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto mengatakan, pada hari Minggu 21 Februari 2021 sekira pukul 10.00 WIB berlokasi di Cargo Bandara Sultan Iskandar Muda, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, telah ditemukan 90 bungkusan lakban warna coklat yang diduga berisikan narkotika jenis ganja seberat 90 Kilogram.

Selanjutnya, pada hari Sabtu 13 Maret 2021, petugas kembali menemukan satu kotak kardus warna coklat yang didalamnya berisikan kopi, dan pada salah satu kopi tersebut terdapat satu bungkusan ganja yang dibalut dengan lakban warna coklat dengan berat 3 Ons.

Selain itu, Kapolresta menjelaskan, dari tanggal 5 Januari hingga 16 Maret 2021, Satuan Reserse Narkoba Polresta Banda Aceh telah berhasil mengungkap 71 pelaku penyalahgunaan narkotika dan menyita barang bukti berupa narkotika jenis ganja seberat 6,1 Ons dan sabu seberat 153 Gram dari 53 laporan Polisi.

Dari 53 laporan Polisi tersebut, 9 (Sembilan) diantaranya adalah kasus Ganja, Sabu 43 kasus, dan Pil Ekstasi satu kasus. Jumlah pelaku yang berhasil diamankan oleh Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh berjumlah 71 orang yang terdiri dari 68 orang laki-laki dan tiga orang perempuan.

BACA..  Brimob Tewas di Bar Sopir Kabaintelkam Polri? IPW Ajukan 4 Pertanyaan

“Untuk kasus ganja, pelakunya sebanyak 12 orang dengan rincian, laki-laki 10 orang dan perempuan dua.orang. Sedangkan kasus sabu, sebnyak 58 orang dan Pil Ekstasi satu orang perempuan,” ungkap Kapolresta.

Tersangka melanggar Pasal 111 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 5 (Lima) tahun dan paling lama 20 tahun.

Selain itu, Kapolresta Banda Aceh juga memaparkan hasil OPS Antik Seulawah I tahun 2021 Polresta Banda Aceh dari tanggal 19 Februari hingga 10 Maret 2021.

“Dalam OPS Antik ini, Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh berhasil mengungkap 19 pelaku penyalahgunaan narkotika dan menyita barang bukti berupa ganja seberat 3,2 Ons dan 64,1 Gram sabu dari 16 laporan Polisi,” pungkas Kombes Pol Joko Krisdiyanto..

Sementara itu, Danlanud Sultan Iskandar Muda Blang Bintang, Kolonel Pnb Henri Ahmad Badawi mengatakan, Lanud Sultan Iskandar Muda terus membantu mengawasi dan membantu pemeriksaan terhadap paket-paket yang akan dikirim keluar dari Aceh melalui Bandara Sultan Iskandar Muda Blang Bintang, Aceh Besar.

BACA..  Kapolri dan Dirut BPJS Sepakat Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Pengguna Jalan

“Sejauh ini pihaknya fokus untuk mencegah dan menggagalkan upaya penyelundupan narkotika melalui bandara. Hasil dari upaya tersebut, pihaknya bersama Kepolisian berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ganja sebanyak 90 bal dengan berat 90 Kilogram,” pungkas Danlanud.

Dengan keberhasilan tersebut, Danlanud menekan kepada Personel yang  ada di bandara Sultan Iskandar Muda  khususnya di Cargo, untuk memeriksa sedetail mungkin semua paket yang ada.

Selain itu, Danlanud SIM juga menekankan kepada Personelnya yang ada di Asec Security bandara untuk mengamati CCTV sedetail mungkin.

“Mana kala ada ditemukan tanda-tanda pengiriman dalam bentuk narkoba, agar segera ditindaklanjuti melalui petugas keamanan di Lanud, kemudian langsung dilaporkan kepada Kepolisian Resort Kota Banda Aceh,” ujar Danlanud.

“Dalam waktu dua bulan ini, pihaknya berhasil menggagalkan upaya pengiriman ganja sebanyak 90 Kilogram dari Bandara Sultan Iskandar Muda yang hendak dikirim keluar Aceh,” pungkas Kolonel Pnb Henri Ahmad Badawi.

Lebih lanjut, Kasat Res Narkoba Polresta Banda Aceh menambahkan, terkait kronologis pengungkapan kasus 90 Kilogram ganja ini berawal dari pengiriman melalui salah satu ekspedisi cepat di Keudah.

BACA..  Reskrim Polresta Banda Aceh Kembali Ringkus Penjual Chip Judi Online

“Pelakunya terpantau oleh CCTV ada dua orang yang kita curigai berinisial J dan R. Pelaku J beralamat di Desa Santan, Kecamatan Lambaro,” ungkap Kasat.

Setelah dikirim ke Cargo bandara dan diperiksa melalui Xray petugas curiga bahwa barang tersebut. Awalnya dari pengiriman ekspedisi cepat ini, mereka tidak mengetahui kalau itu ganja, mereka hanya menerima saja tiga boks kayu.

“Sesampainya di bandara, pihak bandara curiga dan langsung berkoordinasi dengan kepolisian, lalu kita buka ketiga boks tersebut ternyata berisikan ganja,” ungkap AKP Raja Aminuddin Harahap.

Di dalam tiga boks tersebut, kata Kasat, masing-masing berisikan 30 bal ganja, sehingga total keseluruhan mencapai 90 bal atau 90 kilogram.

Setelah kita dalami, lalu kita lihat dari rekaman CCTV, siapa pengirimnya, alamatnya dimana dan nomor Handphone yang ditinggalkan, ternyata itu palsu. Namun kita lakukan upaya pelacakan sehingga kita tahu siapa pelakunya ada dua orang berinisal J dan R.

Mungkin yang bersangkutan mengetahui kalau kita kejar lalu kabur lari keluar dari Aceh. “Tapi saya yakin, dan percaya pelaku akan kembali,” tutup AKP Raja Aminuddin Harahap.