Dukung Vaksinasi Covid -19 di Aceh, BPJS Kesehatan Sinergikan Aplikasi P-Care

oleh -245 views

example banner

Laporan | Ahmad Fadil

Banda Aceh (AD)- Kepala Badan Penyelenggara Penjaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Banda Aceh, mendukung pelaksanaan pemberian vaksinasi Covid -19 di Aceh melalui sinergi Aplikasi P-Care Vaksinasi dengan Fasilitas kesehatan (Faskes) untuk memudahkan pencatatan dan pelaporan dalam pelayanan pemberian vaksinasi.

Dukungan ini disampaikan Neni Fajar, pada kegiatan Pencanangan Vaksinasi Covid -19 di Aceh, Jum’at 15 Januari 2021 di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.

Neni menjelaskan, pada akhir tahun 2020 lalu, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi kepada seluruh Dinas Kesehatan dan Fasilitas Kesehatan di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh mengenai tata cara ataupun prosedur penggunaan Aplikasi P-Care vaksinasi.

“Semoga pelaksanaan vaksinasi di Aceh berjalan lancar, dan sinergi antara BPJS Kesehatan dengan stakeholder lainnya dapat terus terjalin dengan harmonis,” harap Neni.

BACA..  Mahirah Muamalah Kembali Raih WTP, Aminullah Usman Ucapkan Selamat

Selain itu, ia juga menyebutkan, BPJS Kesehatan telah menyediakan empat meja untuk alur pelayanan vaksinasi Covid -19. Meja pertama untuk pendaftaran peserta yang telah mendapatkan SMS Gateway dari Komite Penanganan Covid -19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) untuk melakukan vaksinasi. Kemudian, peserta mendapatkan e-ticket.

example banner

Selesai pendaftaran, peserta selanjutnya beralih ke meja kedua untuk dilakukan skrining berupa anamnesa yang dilakukan oleh petugas dan dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik lalu dilakukan input hasil skrining tersebut ke Aplikasi P-Care.

“Jika hasil skrining memperbolehkan peserta itu diberikan vaksin Covid -19, maka peserta langsung menuju ke meja tiga untuk dilakukan vaksinasi. Untuk meja yang keempat, petugas mencatat hasil pelayanan vaksin ke dalam Aplikasi dan melakukan observasi selama 30 menit sejak pemberian vaksin tersebut oleh petugas,” pungkas Kepala BPJS Cabang Banda Aceh ini.

BACA..  Usman Lamreung: Qanun Tata Niaga Salah Satu Solusi Terbaik Atasi Kemiskinan di Aceh

Selaku orang pertama di Aceh yang mendapatkan suntikan vaksin Covid -19, Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan, fase yang sangat penting dimasa Pandemi ini adalah fase vaksinasi. Hal ini dilakukan setelah semua prosedur dan mekanisme vaksinasi dijalankan.

Hanya dua syarat untuk dapat dilakukan vaksinasi di Aceh. Pertama, vaksinnya telah dilakukan uji klinis dan sudah ada izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan yang kedua, tentunya yang terpenting adanya sertifikat halal. Pihaknya juga telah berkomunikasi dengan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh.

BACA..  Mahirah Muamalah Kembali Raih WTP, Aminullah Usman Ucapkan Selamat

“Untuk itu diimbau kepada masyarakat Aceh, mari lakukan vaksinasi. Jika tidak dilakukan vaksinasi, maka mudharatnya akan lebih banyak kedepannya. Mudah-mudahan Covid -19 ini segera berakhir,” ungkap Nova Iriansyah didampingi Forkopimda Aceh.

Selain itu, Nova juga mengingatkan, selain vaksinasi dilakukan, penerapan Protokol kesehatan (Prokes) dengan 3M terap harus dijalankan yaitu, Memakai masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif menjelaskan, untuk Aceh pemberian vaksinasi ditargetkan ada 3,7 juta masyarakat yang akan divaksinasi  sampai akhir tahun 2021 ini. Adapun kelompok yang menjadi prioritas, terdiri dari kelompok Tenaga kesehatan, Tenaga pelayanan publik, TNI/Polri dan masyarakat usia 18 hingga 59 tahun. (*)