Kapolda Aceh Pimpin Pemusnahan Barang Bukti Tindak Pidana Narkotika

oleh -110 views

Laporan | Ahmad Fadil

Banda Aceh (AD)- Kepolisian Daerah (Polda) Aceh memusnahkan barang bukti tindak pidana narkotika jenis sabu dan pil ekstasi hasil pengungkapan Ditresnarkoba Polda Aceh sepanjang tahun 2020.

example banner

Pemusnahan barang bukti tersebut berlangsung di Mapolda Aceh, Selasa 15 Desember 2020, dipimpin langsung Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Wahyu Widada, M.Phil.

Dalam sambutannya, Kapolda Aceh menyampaikan, bahwa jajaran Polda Aceh tetap berkomitmen untuk menjalankan peran dan fungsinya sebagai mitra strategis bagi pemerintah daerah serta masyarakat Aceh untuk melakukan pencegahan dalam rangka memberantas narkoba yang tergolong sebagai kejahatan luar biasa dan menjadi ancaman bagi generasi muda Aceh serta lanjutan dari instruksi Presiden Republik Indonesia dan juga Kapolri yang menyatakan perang terhadap narkoba.

“Pemberantasan yang kita lakukan bukan hanya berbicara tentang penegakan hukum terhadap para pelaku penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba saja, tetapi juga harus dilakukan secara preemtif dan preventif yang menjurus pada tindakan untuk menyadarkan para pengguna agar tidak lagi menggunakan narkotika,” kata Kapolda.

BACA..  Jaringan Irigasi Mon Sikeu Pulot Diduga Menabrak Aturan

Selain itu, Kapolda Aceh juga menyebutkan, pandemi Covid -19 yang melanda telah berpengaruh pada semua aspek kehidupan. Karena penggunaan narkoba di saat terjadi penyebaran wabah akan lebih berbahaya terhadap imunitas tubuh, sehingga sangat rentan terpapar Virus Corona.

Adapun barang bukti yang dimusnahkan adalah, 141 Kilogram narkotika jenis sabu dan 100.000 (seratus ribu) butir pil ekstasi yang dihancurkan tersebut merupakan barang bukti dari 1.025 kasus yang diungkap Ditresnarkoba Polda Aceh senjang tahun 2020.

“Dari total kasus narkotika tersebut, ada 2.144 orang yang telah dijadikan tersangka,” ungkap Kapolda Aceh.

BACA..  Polisi dan BKSDA Sita Satwa Dilindungi di Rumah Bandar Sabu

Narkoba ini benar-benar telah menjadi ancaman untuk masyarakat Aceh. Selama ini Polda Aceh telah melakukan upaya baik itu pencegahan dan pemberantasan sebagai upaya menyelamatkan generasi muda Aceh.

Untuk mewujudkan hal tersebut, kata Kapolda, butuh peran Ulama dalam memberikan pencerahan agama kepada seluruh lapisan masyarakat agar menjauhi narkoba dan menyadarkan pemakai untuk mengurangi kosumsi narkoba. Selain itu, guna mencegah generasi muda supaya tidak terjerumus apalagi sampai menjadi korban penyalahgunaan narkoba.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda Aceh memberikan apresiasi kepada Ditresnarkoba dan seluruh lapisan masyarakat serta instansi-instansi lainnya yang sudah berkomitmen.

“Saya sangat berterimakasih kepada pejuang sejati yang telah menyelamatkan generasi aceh dari ancaman narkoba. Lanjutkan terus pengabdianmu, dan semoga diberikan kemudahan oleh Allah S.W.T,” ucap Kapolda Aceh.

BACA..  Mukhtaruddin Maop Laporkan Akun FB "SM" Ke Polda Aceh

Kapolda berharapp, kegiatan ini memberikan manfaat yang besar terutama dalam memperkuat komitmen kita untuk memberantas narkoba demi menyelamatkan generasi muda Aceh. Oleh karena itu, walaupun di tengah pandemi Covid-19, mari sama-sama kita bersinergi untuk memutus rantai narkoba dan memberantas seluruh penyebarannya dengan edukasi dan sosialisasi-sosialisasi hukum, baik hukum positif maupun hukum agama.

“Mari terus bersinergi serta berkolaborasi untuk menyelesaikan permasalahan narkoba ini. Tidak ada satu pun instansi yang bisa menyelesaikan permasalahan, apalagi dalam memberantas narkoba,” demikian pungkas Irjen Pol Drs. Wahyu Widada, M. Phil.

Selanjutnya Kapolda Aceh bersama dengan Pangdam Iskandar Muda beserta unsur lainnya melaksanakan penandatanganan berita acara pemusnahan dan dilanjutkan dengan melakukan pemusnahan barang bukti. (*)