Bila Danau Aneuk Laot Sabang Kering Dari Mana Sumber Air Minum Lagi

oleh -112 views

Sabang (ADC) – Kondisi Danau air tawar Aneuk Laot Sabang semakin memprihatinkan, jika terus dibiarkan dan kering dari mana sumber air minum masyarakat di masa yang akan datang, begitu lah pertanyaan sejumlah warga Kota Sabang yang disampaikan kepada media, Senin 15 Oktober 2018.

Dikabarkan, sebelumnya danau satu-satunya yang menjadi sumber air kebutuhan masyarakat Sabang itu, sempat terjadi penyusutan hingga lebih 100 meter dari bibir danau, sehingga masyarakat mulaimkjawatir terhadap kejadian itu.

Menurut Panglima Danau Aneuk Laot Sabang Tgk Sulaiman Daud, yang menjadi masalah saat ini adalah kedalaman danau tersebut sudah dangkal. “kalau dulu kedalaman mencapai ±75 meter kalau sekarang setelah dilakukan survey kedalaman airnya hanya ±17 sampai ±29 meter saja,”katanya Senin (15/10/18) di Sabang.

Ditambahkan, hampir setiap tahun, apalagi setelah musibah Tsunami perubahan cuaca sangat mempengaruhi debit air di Danau Aneuk Laot. Penyusutan bisa sampai 15 meter sampai 30 meter dari bibir danau bahkan disebelah Timur Danau penyusutan hingga lebih 100 meter.

Pihaknya sudah beberapa kali memberikan isyarat kepada Pemerintah Kota (Pemko) Sabang terutama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), terutama pada saat Fenomena banyak ikan yang mati didalam danau.

“Pada saat itu kita mengharapkan pihak Pemko Sabang dalam hal ini dinas terkait yang datang untuk melihat, akan tetapi malah Tim survey dari Palembang yang melakukan pengecekan di Danau Aneuk Laot. Sedangkan pihak terkait setempat terkesan tidak perduli, atas mengusutnya air danau,”sebutnya.

Dangkalnya dasar Danau lanjut Tgk Sulaiman Daud, sudah dibuktikan sewaktu pihak Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), membersihkan tanaman enceng gondok disekitar danau, disitu didapati banyak sekali lumpur yang bercampur dengan sampah plastik.

BACA..  Polda Aceh Gagalkan Peredaran 133 Kilogram Sabu Jaringan Internasional

Terkait dengan masalah diatas, pihak Panglima Danau sedikit keberatan dengan PDAM Tirta Aneuk Kota Sabang yang mengambil air langsung dari sumbernya. Karena, berdampak langsung mengusutnya air danau., terangnya.

Dijelaskannya, ada batas dari sejak masa penjajahan Belanda sebadan danau dengan batu yang sengaja dibuat dari semen, itu untuk menandai debit air yang berkurang dan pada saat itu air yang diambil untuk dikonsumsi tidak di pusat danau akan tetapi air pecahan yang terletak disebelah tanjakan Bron jalan Aneuk Laot.

Pemerintah Daerah dapat membantu dalam menangani masalah di Danau Aneuk Laot karena danau tersebut merupakan salah satu sumber air bersih yag dikonsumsi oleh masyarakat Sabang., jelasnya.(Jalal)