Kunjungi Aceh, Wamen ATR/Waka BPN Bagikan Sertipikat Wakaf

oleh -52 views

 GOOGLE NEWS

Banda Aceh (AD)- Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Raja Juli Antoni, Ph.D melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Aceh.

Dalam agenda kunjungan kerjanya ke Ibukota Provinsi Aceh, Raja Juli Antoni membagikan delapan sertipikat tanah wakaf hasil dari program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Kantor Pertanahan Kota Banda Aceh, Minggu 14 Agustus 2022.

Kedelapan sertipikat tanah wakaf yang berlokasi di Kota Banda Aceh tersebut, diserahkan langsung oleh Raja Juli Antoni selepas Shalat Ashar berjamaah di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Adapun kedelapan sertipikat wakaf tersebut diserahkan kepada Marhaban Ibrahim, Aidil Azhary, Rustam AB, Abdullah Usman, Burhan Ali.

Pada saat penyerahan sertipikat tersebut, Wakil Menteri ATR/Waka BPN turut di dampingi Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Aceh (Dr. Mazwar, SH., M.Hum), Penjabat Wali Kota Banda Aceh (H. Bakri Siddiq, SE. M.Si), Kepala Kantor Pertanahan Kota Banda Aceh (Drs. Suria Bakti, M.Si), dan Kepala Kantor Kemenag Kota Banda Aceh (H.Abrar Zym, S.Ag., MH).

Dalam kesempatan tersebut, Raja Juli Antoni mengatakan, tanah wakaf berawal dari tradisi mulia, yakni saling berbagi demi kepentingan umum. “Bapak-bapak adalah orang-orang yang mewakafkan tanahnya, harta bendanya dalam bentuk tanah ataupun bangunan untuk kepentingan umum seperti ibadah, pengajian, rumah yatim, yang memang menjadi tradisi kita sejak lama,” ucapnya.

Selain itu, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) juga mengatakan bahwa tanah-tanah wakaf ini terkadang menjadi target penyerobotan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Untuk menghindari hal tersebut, kata Raja Antoni, pemerintah melalui Kementerian ATR/BPN berkomitmen mendaftarkan tanah-tanah wakaf termasuk melalui skema Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

“Jangan sampai tanah-tanah wakaf ini jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab. Alhamdulillah, dengan PTSL ini (penyerobotan) bisa dimitigasikan dengan sertipikat tanah wakaf tadi,” tegas Raja Juli Antoni. (*)