banner 700250

KPA/PA Wilayah III Santuni Anak Syuhada

oleh -387 views

Bireuen (AD) – Dalam memperingati hari HUT ke 15 Damai Aceh antara gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah Republik Indonesia di Gampong Raya Dagang, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Biireuen Sabtu (15/8), berlangsung dengan aman, yang hajatan tersebut di warnai santunan anak Syuhada serta puluhan anak yatim dari berbagai desa di Daerah 3 Wilayah Batee Iliek.

Para anak Syuhada yang orang tuanya gugur dalam masa konflik belasan tahun lalu, mendapat santunan berupa beras, dan uang yang diserahkan Ketua Komite Peralihan Aceh/Partai Aceh (KPA/PA) Daerah 3 Wilayah Batee Iliek Bireuen, Jafaruddin alias Nek TU. Begitu juga dengan puluhan anak yatim yang berada dalam desa itu, maupun dari desa-desa lainnya mendapatkan santunan yang menandai Peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-15 Damai Aceh antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Republik Indonesia (RI).

Pemberian santunan tersebut dilakukan seusai doa bersama di Balai Jabal Safinah Gampong Raya Dagang, Kecamatan Peusangan, atau Sagoe Tgk Dicukoek, Bireuen, yang berlangsung dengan khidmad yang turut dihadiri Ketua DPRK Bireuen, Rusyidy Mukhtar, S.Sos, anggota dewan, Sufyannur, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.

BACA..  Seluruh Jajaran Wajib 'Peusaboh Hatee'

Peringatan HUT damai Aceh kali ini di Desa Gampong Raya Dagang, Peusangan, turut datang lokasi acara HUT Damai Aceh, Kapolres Bireuen, AKBP Taufik Hidayat, SH, Sik, M.Si yang memantau perkembangannya. Kepada awak media dengan singkat menyatakan acaranya, berlangsung aman, tanpa adanya gejolak yang berarti. Ikut mendampingi Kapolres Bireuen, Wakapolres Bireuen, Kompol Adli, SE beserta sejumlah anggotanya.

Ketua Panitia HUT 15 Damai Aceh, Rusyidi Mukhtar, S.Sos menyebutkan, santunan untuk para anak yatim yang berada di daerah 3, termasuk Anak Syuhada yang orang tuanya yang gugur semasa konflik Aceh dulu. “Santunan yang kita serahkan sebagai bentuk kepedulian KPA/PA Daerah 3 Wilayah Batee Iliek, serta bentuk rasa syukur atas perdamaian yang dirasakan masyarakat Aceh saat ini,” ucap Celangiek, begitu sapaan akrabnya, yang mengajak seluruh masyarakat Bireuen, khususnya dan masyarakat Aceh pada umumnya, untuk menjaga perdamaian Aceh yang hakiki. (Maimun Mirdaz).

BACA..  Alim Mufid Kembali Nahkodai Pemuda Pancasila Bireuen