banner 700250

Jadikan Hari Damai Aceh Untuk Membangun Masa Depan

oleh -279 views

Banda Aceh (AD)- Peringatan ke 15 tahun hari damai Aceh atau perjanjian damai Memorandum Of Understanding (MoU) di Helsinki yang berlangsung di Pendopo (Meuligo) Wali Nanggroe Aceh, Sabtu 15 Agustus 2020 berjalan khidmat dan lancar.

Acara tersebut, dihadiri Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Malik Mahmud Al-Haythar, Pelaksana tugas Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah, Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen TNI Hassanudin, S.I.P., M.M, Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Wahyu Widada, M. Phil, Kajati Aceh, Dr Drs Muhammad Yusuf MM, Ketua DPR Aceh Dahlan Jamaluddin, Ketua KPA Muzakir Manaf dan Ketua BRA H Sayed Fakhrurazzi Yusuf.

Selain itu, turut juga dihadiri para Walikota/Bupati dan Ketua DPRK se-Provinsi Aceh, para Rektor se-Banda Aceh, pejabat utama Kodam IM, tokoh Agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan mantan kombatan.

BACA..  Dukung Konservasi, Pangdam IM Lepas Tukik di Pulau Banyak

Peringatan ke 15 tahun hari damai Aceh yang bertajuk Aceh Damai, Bangkit dan Maju ini mengusung tema, “Masa Lalu Untuk Membangun Masa Depan”.

Dalam sambutannya, Ketua Badan Reintegrasi Aceh mengatakan, tujuan pelaksanaan peringatan hari damai Aceh ke 15 tahun ini adalah, untuk menjadi refleksi dan pengingat akan pengorbanan para pejuang Aceh, menjaga perdamaian serta merawat perdamaian Aceh.

BACA..  Kapendam IM : TMMD Pengabdian Untuk Negeri

Selain itu, perdamaian Aceh agar menjadi rujukan, refrensi dan evaluasi atas pelaksanaan perdamaian diseluruh Aceh dan mengoptimalkan realisasi seluruh butir MoU Helsinki serta mengajak seluruh komponen masyarakat untuk pro aktif membangun visi dan misi berbasis pendidikan dan pembangunan di Aceh.

“Terakhir saya ucapkan terima kasih kepada Kodam Iskandar Muda, khususnya ke Pangdam IM serta seluruh panitia atas kerjasama yang baik untuk mensukseskan acara peringatan hari damai ke 15 ini. Mari kita semua menjaga dan merawat perdamaian ini bersama-sama,” himbau Ketua BRA.

Sementara itu, Plt. Gubernur Aceh dalam sambutannya mengatakan, bahwa perdamaian Aceh yang telah diraih saat ini adalah nikmat Allah terbesar yang wajib kita syukuri, yang dimanifestasikan dengan menjaga dan merawat perdamaian tersebut secara baik dan benar.

Tidak ada cara yang lebih baik dalam merawat damai melainkan dengan menumbuhkan rasa cinta, kepedulian, persatuan, dan kebersamaan yaitu, “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”. Perasaan dan sikap itulah yang memastikan perdamaian akan terus bersemi di bumi Aceh.

Menurutnya, perdamaian menjadi kunci dan instrumen penting dalam menyukseskan pembangunan menuju Aceh Hebat dan Sejahtera. Kita menyadari, bahwa dalam perjalanan 15 Tahun Damai Aceh, banyak permasalahan yang kita hadapi baik internal maupun eksternal.

Ia meyakini, masyarakat Aceh telah banyak mengambil pelajaran dan pengalaman dalam perjalanan sejarah Aceh. Karenanya, sangatlah patut jika masa lalu itu menjadi cermin untuk membangun Aceh yang lebih baik.

“Oleh karena itu, kami mendukung sepenuhnya rencana pembangunan Museum Perdamaian Aceh. Kami berharap, agar museum itu nantinya benar-benar akan menjadi pusat studi dan pembelajaran serta wahana melihat masa lalu untuk melangkah maju ke masa depan,” harap Plt Gubernur.

Hal senada juga disampaikan Wali Nanggroe Aceh yang mengajak untuk bersama-sama menjaga perdamaian Aceh. Mudah-mudahan, peringatan ini bisa menjadi momentum yang baik dan satu suara tekad kita bersama untuk terus menjaga perdamaian di tanah Rencong ini.

“Ucapan terimakasih saya sampaikan kepada seluruh masyarakat Aceh yang telah bersama-sama menjaga perdamaian di bumi serambi Mekkah ini. Mari terus jaga perdamaian ini,” pesan Wali Nanggroe kepada seluruh masyarakat Aceh.

Acara peringatan 15 tahun damai Aceh,j dirangkai dengan penyerahan secara simbolis sertifikat lahan pertanian bagi mantan kombatan, santunan untuk anak yatim lorban konflik, penyerahan cenderamata, pemutaran film animasi proses penanaman pohon dilingkungan istana Wali Nanggroe oleh Kodam Iskandar Muda, serta pembukaan selubung pembangunan museum perdamaian Aceh.

Acara ini ditutup dengan penanaman bibit pohon oleh pejabat yang hadir. Sebelumnya di komplek istana Wali Nanggroe juga sudah ditanami ribuan bibit pohon yang merupakan kontribusi dari Kodam Iskandar Muda.

Seusai acara di Pendopo Wali Nanggroe Aceh, selanjutnya Wali Nanggroe Aceh, Panglima Kodam Iskandar Muda, Kapolda Aceh, Ketua DPRA dan Ketua KPA Muzakir Manaf bertolak ke Langkahan Aceh Utara untuk menghadiri Dialog Kebangsaaan di Wilayah Kodim 0103/Aceh Utara. (AF/R)