Kedatangan TKA Ke Indonesia Semakin Meresahkan

oleh -42 views
Kedatangan TKA

Kedatangan TKA ke Indonesia Yang Semakin Meresahkan

Jacob Ereste (Pengamat Kebangsaan)

Menaker Ida Fauziyah mengungkap 8.700 TKA (Tenaga Kerja Asing) dari China masuk ke Infonesia per 18 Mei 2021. (CNN, 25/05/2021). Pemberian izin dilakukan sudah sesuai ketentuaan selama masa pandemi covid-19, katanya menandaskan.

Jumlah TKA asal China sebanyak itu mungkin juga sudah termasuk yang datang saat Hari Raya Idul Fitri. Sebab tak ada penjelasan lebih lanjut mengenai rincian TKA asal China yang masuk ke Indonesia ini.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah hanya merinci jumlah pekerja asing yang banyak itu memang disebabkan oleh besarnya investasi negeri dari negeri China. Dia pun jadi terkesan memberikan pembenaran pada jumlah TKA asal China itu yang berbanding lurus dengan investasi yang masuk dari China. Sebab menurut dia, kalau mau dilihat dari nilai investasi yang masuk ke Indonesia memang cukup dominan investasi dari negeri China itu jumlahnya. Pengakuan ini pun disampai Ida Fauziyah saat rapat bersama Komisi IX, Senin (24/5/ 2021). Dia pun jelas mengakui Kemnaker telah menerbitkan izin kerja untuk 15.760 TKA pada periode Januari hingga 18 Mei 2021. Maka itu, selain TKA China, ada juga TKA dari negara lain yang masuk ke Indonesia. Seperti Korea Selatan 1.600 orang, Jepang 1.400 orang.

Selain itu ada pula kedatangan TKA dari Filipina, Malaysia, Inggris, AS, Australia, Thailand, dan negara lain. Namun untuk pemberian izin tersebut, semua diklaim juga telah memenuhi ketentuan protokol masa pandemi covid-19.

Pemberian izin untuk TKA itu telah melalui rekomendasi kementerian atau lembaga terkait. Dan prosesnya pun dilakukan secara terbuka, transparan serta dilakukan check dan recheck sebelum izin diberikan, kata Ida Fauziyah.
Pemberhentian sementara untuk TKA masuk ke Indonesia ada pengecualiannya. Seperti untuk kemanusiaan, tenaga bantuan dukungan medis dan pangan, perbaikan alutsista, objek vital strategis nasional, dan untuk Proyek Strategis Nasional (PSN), tandasnya.

Namun klaim terhadap TKA yang didatangkan dari luar itu lantaran jenis pekerjaan yang ada tidak bisa dilakukan oleh TKI, sungguh sulit dipercaya. Nyatanya, toh banyak TKA yang masuk ke Indonesia tidak semua mereka adalah tenaga ahli, karena tidak sedikit diantara TKA itu yang terbukti pekerja kasar, seperti yang banyak tertangkap tangan di lapangan. Bahkan banyak juga yang tidak jelas memiliki pekerjaan tetap.

Demikian pula klaim terhadap menurunnya jumlah TKA yang bekerja di Indonesia bisa diartikan juga menurunnya jumlah serapan tenaga kerja lokal, perlu diteliti lebih serius. Sebab yang terkesan dalih serupa itu hanya untuk meyakinkan terhadap warga bagsa Indonesia, agar tidak perlu merasa risi dan keberatan atas kehadiran TKA di Indonesia.

Keresahan warga bangsa Indonesia dengan membludaknya TKA yang masuk ke Indonesia bukan semata-mata karena bangsa Indonesia telah dirampas lapangan kerja yang ada itu seharusnya diprioritaskan bagi TKI saja, tetapi juga ada rasa cemas atas dampak buruk dari kehadiran para TKA itu yang bisa merusak tatanan budaya bangsa, baik dalam arti sosio-ekonomi maupun sosio-politik bagi warga bangsa Indonesia dari negerinya yang semakin rentan akibat tekanan oleh kehadiran bangsa asing.

Oleh karena itu, hendaknya pemerintah perlu memberi perhatian yang lebih bijak, agar tidak terkesan melakukan pembiaran hanya demi dan untuk investasi agar masuk dan ditanamkan di negeri ini. Toh, jika tidak bisa memberikan manfaat bagi tenaga kerja kita, seperti yang diidolakan oleh UU Cipta Kerja No. 11 Tahun 2020, sepatutnya tak perlulah begitu terkesan jadi ngotot, seperti memuluskan pengesahan Omnibus Law.

Jakarta, 14 Juni 2021

Kedatangan TKA