Pemilu 2019 Golkar Aceh Besar Target 8 Kursi di DPRK

oleh -71 views

 GOOGLE NEWS

Aceh Besar | AP – Memperkuat jaringan untuk menggapai target kembali jadi partai politik (parpol) di Pemilu 2019 nanti, terus digenjot Partai Golongan Karya (GOLKAR) Kabupaten Aceh Besar di bawah komando Muhibuddin Ibrahim.

Dalam rentang waktu Maret hingga April 2017, DPD II Partai Golkar Aceh Besar akan fokus untuk menyukseskan musyawarah di tingkat kecamatan di Kabupaten tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPD II Golkar Aceh Besar Muhibuddin Ibrahim saat jumpa pers dengan wartawan di Kantor DPD II Partai Golkar Kabupaten Aceh Besar, Jln. Soekarno – Hatta, Lambaro, Kec. Ingin Jaya, Kab. Aceh Besar.

Hadir dalam jumpa pers tersebut, para Pengurus DPD II Partai Golkar Kabupaten Aceh Besar hadir semua anggota DPRK Aceh Besar, Khairuddin, Zainal Abidin, Saifuddin, Usman AR dan Wakil Ketua DPRK Ansari Muhammad.

Adapun musyawarah di tingkat Kecamatan tersebut akan dimulai dari Kecamatan Leupung, kemudian Kota Janto, Pulau Aceh dan seterusnya.

“Nanti akan ada rapat pengurus lagi kapan pastinya akan dilaksanakan musyawarah tersebut,” kata pria yang akrab disapa Ucok Sibreh itu.

Menurutnya, musyawarah tersebut merupakan perintah dari Dewan Perwakilan Pusat (DPP) Golkar sebagaimana yang disebutkan dalam surat edaran yang masuk dari DPD I Golkar Aceh.

“Tujuan musyawarah tersebut adalah untuk melakukan pembenahan terhadap struktur dan kepengurusan partai,” ujar mantan ketua HIMAB Aceh Besar yang akrab disapa bang Ucok Sibreh ini.

Selain itu, untuk mempersiapkan diri menyambut pemilihan legislatif (pileg) pada 2019 mendatang.

“Pada Musyawarah Daerah (Musda) beberapa waktu lalu target kita lumayan berat,  yaitu 8 kursi dari 5 kursi yang kita peroleh saat ini di Aceh Besar, ” katanya.

Karena itu, kata Ucok Sibreh, musyawarah juga dilakukan untuk memperkuat organisasi dan mendapat dukungan dari masyarakat Aceh Besar.

Menurut Ucok, agar target tercapai, Golkar Aceh Besar harus memastikan bahwa kader-kader yang diusung nanti adalah yang terbaik dan dekat dengan masyarakat.

“Saya himbau agar semua kader mulai dari sekarang untuk bekerja agar lebih dekat dengan masyarakat,  terutama sekali dalam urusan program sosial,” katanya.

Dia juga menegaskan bahwa dalam musyawarah nantinya akan berlangsung secara demokratis, maka siapapun yang terpilih sebagai ketua, merekalah orang yang mendapatkan kepercayaan dari para kader.

Kemudian, katanya, pasca musyawarah para ketua terpilih dihimbau untuk membuat tim guna merekrut kader-kader Golkar terbaik.
Dia dia juga menghimbau kepada para kader agar menjaga statement-statement yang dikeluarkan ke media agar tidak memicu potensi konflik, dan jangan sampai apa yang terjadi di Aceh Timur dan Pidie merembes ke Aceh Besar.
Apalagi, katanya, calon yang diusung oleh Golkar yakni Mawardi Ali-waled Husaini memenangi Pilkada Aceh Besar.
“Tugas para kader Golkar adalah mengawasi komitmen dan visi misi calon terpilih agar membawa perubahan pada Aceh Besar yang lebih baik, ” katanya.
Awak media sempat menyinggung, apakah dirinya (Sdr. Ucok) akan maju ke Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) pada Pileg 2019 mendatang, karena ada isu antara dirinya dan Sdr. Ansari Muhammad yang hari ini menjabat Wakil Ketua DPRK Aceh Besar akan maju ke DPRA pada Pileg 2019.
 
“Sambil tersenyum Sdr. Ucok mengungkapkan “Antara dirinya dan Sdr. Ansari Muhammad itu sama, kalau Sdr. Ansari Muhammad yang maju, itu juga sama dengan saya yang maju, begitupun sebaliknya, tapi yang jelas untuk bakal calon Anggota DPRA, Partai Golkar Aceh Besar telah menyiapkan kader terbaiknya untuk maju,” kata Sdr. Ucok.
Pada kesempatan tersebut Sdr. Ucok juga mengapresiasi kepada semua pihak yang telah nyukseskan Pemilukada di Aceh Besar, terutama Pemerintah Aceh Besar, TNI/Polri, KIP, Panwas, Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati beserta TIM Sukses, semoga Aceh Besar lima tahun kedepan lebih baik lagi, baik dari sektor Pembangunan, Pendidikan dan Ekonomi. Aceh Besar kedepan harus lebih maju karena Aceh Besar gerbangnya Provinsi Aceh,”ujarnya.[DW]