Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Donasi Aceh untuk Korban Gempa di Sulbar Diarahkan untuk Bangun Masjid

oleh -12 views
Lokasi Pembangunan Masjid di Sulawesi Barat (Sulbar) dari Donasi Aceh untuk korban gempa.

Banda Aceh (AD) Masjid Al-Munawarah di Lingkungan Te’beng, Kelurahan Kasambang, Kecamatan Tampalang, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) yang hancur total akibat gempa 15 Januari 2021 lalu, dinilai layak dibangun kembali dengan memanfaatkan ‘Donasi Aceh untuk Korban Gempa Sulbar.’

Penilaian tersebut disampaikan Tim Aceh yang ditugaskan melakukan assesment ke Sulbar guna menentukan sasaran pemanfaatan bantuan dari masyarakat Aceh yang dihimpun pascabencana gempa di provinsi itu pada 15 Januari 2021.

“Ya, berdasarkan perintah Pak Gubernur Aceh, kami menugaskan tim assesment ke Sulbar dan mereka sudah melaksanakan tugas beberapa hari di sana. Kami sudah menerima laporan hasil assesment untuk segera kita tindaklanjuti,” kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBA, Dr. Ir. Ilyas, MP didampingi Ketua Forum PRB Aceh, Nasir Nurdin.

Tim Aceh ke Sulbar dipimpin Said Ashim sebagai Kabid RR BPBA, dengan anggota masing-masing Mukhsin Syafii, ST, MT, Kasi Rekonstruksi BPBA, Rahmat Thalib, ST, M.Si, Bendahara Forum PRB Aceh, dan Rizki Afrzal, ST, Kasi Pengendalian Sarana dan Prasarana Dinas Perkim Aceh, sebut Ilyas.

Lanjutnya, tim berangkat ke Sulbar pada 1 Oktober 2021. Setelah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Sulbar dan Kalaksa BPBD Kabupaten Mamuju, selanjutnya tim turun ke beberapa lokasi untuk menemukan masjid dan rumah ibadah yang hancur akibat gempa.

Ada empat lokasi yang disurvei oleh tim, kata Ilyas, diantaranya, Masjid Darul Falah, Masjid Al-Munawarah, Masjid Nurul Amin, dan Masjid Nurul Qamariah Kalubibing, ujarnya Ilyas.

BACA..  Lapas Kelas IIB Lhoksukon Laksanakan Penyuluhan Hukum Gratis

Diantara empat masjid tersebut yang paling parah adalah Masjid Darul Falah dan Masjid Al-Munawarah. Masjid Darul Falah berlokasi di pinggir Jalan Poros Mamuju- Majene-Makasar, di lereng bukit dengan kondisi tanah labil, berjarak sekitar 29 km dari Mamuju, ibu kota Provinsi Sulawesi Barat. Masjid Darul Falah tersebut terletak di Dusun Tamao, Desa Tampalan, Kecamatan Tapalang. Kondisi hancur tinggal puing pondasi. Luas masjid 18 x 18 M² dengan luas area masjid 46 x 26 m M². Penduduk lebih kurang 600 KK.

Sedangkan, Masjid Al-Munawarah hancur total akibat gempa 15 Januari 2021 yang berpusat di Tampalang, yang terletak di Km 36, Jalan Poros Mamuju-Majene, di Lingkungan Te’beng, Kelurahan Kasambang, kecamatan Tampalang, Kabupaten Mamuju. ucapnya Kepala Pelaksana BPBA ini.

Sementara itu, Ketua BKM Masjid Al-Munawarah, Abdul Mutalib menjelaskan, luas tapak bangunan 12×12 M². Luas area masjid 1.000 meter persegi dilengkapi sertifikat hibah.

Lokasi Masjid Al-Munawarah sangat strategis di pinggiran jalan menghadap ke laut dan menjadi tempat singgah bagi pengemudi dan para penumpang sebelum memasuki Kota Mamuju, terangnya Ketua BKM Masjid Al-Munawarah.

Selanjutnya, Kondisi Masjid Nurul Amin rusak ringan dan sudah diperbaiki dan bisa digunakan kembali namun sebagian warga berinisiatif membangun masjid yang baru. Masjid Nurul Amin, terletak di Kelurahan Rangas, Kecamatan Simborok, Kabupaten Mamuju, Jalan Abdul Malik Pattana Endeng, Km 7,5.

Dan yang terakhir Masjid Nurul Qamariah Kalubibing, yang berlokasi di Jalan Poros Mamuju-Majene, berjarak 5,1 km dari Kantor Bupati Mamuju. Kondisi masjid rusak ringan dan sudah diperbaiki, sudah bisa digunakan kembali namun sebagian warga berinisiatif membangun masjid baru.

BACA..  TMMD 112 Resmi Ditutup,Wakil Walikota Lhokseumawe Apresiasi Sinergi Antar Element

“Setelah memperoleh data dari lokasi, selanjutnya Tim Aceh menyampaikan kepada Bupati Mamuju,” imbuhnya Ilyas.

Bupati Mamuju sangat berterima kasih atas sumbangan masyarakat Aceh untuk rakyat Mamuju. Mengenai pemilihan lokasi dan bentuk masjid diserahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Aceh. Selain kepada bupati, laporan juga disampaikan Tim Aceh kepada Kalaksa BPBD Provinsi Sulawesi Barat, pungkasnya Bupati Mamuju.

Hasil kesimpulan tim kata Abi Ilyas sapaan akrabnya ini menyebutkan dari
hasil assessment Tim Aceh disimpulkan bahwa lokasi yang layak serta strategis termasuk disesuaikan dengan jumlah dana maka Masjid Al-Munawarah di Lingkungan Te’beng, Kelurahan Kasambang, Kecamatan Tampalang, Kabupaten Mamuju yang hancur total akibat gempa 15 Januari 2021 layak untuk dibangun kembali dengan memanfaatkan Donasi Aceh untuk Korban Gempa Sulbar.

Tim Aceh juga melaporkan, tambah Abi Ilyas, berdasarkan dana yang tersedia sebesar Rp. 1.200.000.000 dengan harga taksir satuan bangunan sederhana per M² Rp. 5.700.000 akan diperoleh luas rencana nangunan masjid yaitu 14 x 14 M² = 196 M².

Tindak lanjut yang dilakukan menurut Kalak BPBA, hasil assesment empat lokasi pembangunan masjid di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulbar akan diteruskan kepada Gubernur Aceh untuk diputuskan dan penetapan lokasi.
Juga akan segera dibuat rapat untuk menentukan langkah-langkah berikutnya,” demikian imbuh Kalak BPBA yang akrab disapa Abi Ilyas.

Ketua Forum PRB Aceh, Nasir Nurdin menambahkan, jika pembangunan masjid di Kabupaten Mamuju terealisasi, itu merupakan masjid ketiga yang dibangun dengan memanfaatkan bantuan masyarakat Aceh untuk korban bencana.

BACA..  Kapolres Aceh Utara Pimpin Sertijab

Masjid pertama yang dibangun adalah Masjid An-Nur di Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang hancur total akibat gempa 7,0 SR yang mengguncang NTB pada 5 Agustus 2018.

Masjid An-Nur yang dibangun dengan dana Rp 2,3 miliar diresmikan pengoperasian kembali oleh Plt. Gubernur Aceh, Ir. H. Nova Iriansyah MT, Minggu, 28 April 2019, ungkapnya Nasir Nurdin.

Berikutnya, kata Nasir, masyarakat Aceh juga menyumbang dana untuk korban gempa Palu yang terjadi pada 28 September 2018. Dari total dana yang terkumpul sebesar Rp 3,3 miliar berhasil dibangun kembali Masjid Jami’ Nurul Hasanah di Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Masjid yang kemudian diberi nama Nurul Hasanah Aceh diresmikan oleh Gubernur Aceh, Minggu, 22 November 2020.

Selain itu, masyarakat Aceh juga menggalang dana untuk korban gempa dan tsunami Selat Sunda yang terjadi 22 Desember 2018. Menurut Nasir, dana yang berhasil dihimpun untuk korban gempa dan tsunami Selat Sunda hanya sebesar Rp 296.526.532. Akhirnya atas arahan Gubernur Aceh, dana tersebut diserahkan untuk dikelola langsung oleh Pemkab Pandeglang, Provinsi Banten.

Penyerahannya dilakukan, Kamis, 19 Desember 2019 oleh Ketua Forum PRB Aceh, Nasir Nurdin kepada Bupati Pandeglang, Hj Irna Narulita SE MM diwakili Asisten I Bidang Pemkesra, Rahmadani.(*).

Redaksi