IPDN Dipastikan Akan Dibangun Di Kota Jantho

oleh -99 views

Kota Jantho (ADC) Setelah melalui proses perjalanan panjang. Penempatan Kampus Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) mendapat sigyal akan berpondasi di Pusat Ibu Kota Kabupaten Aceh Besar (Kota Jantho).

Ungkapan kepastian itu diungkapkan oleh pimpinan tinggi Kabupaten Aceh Besar dan Pimpinan Tinggi Pemerintah Aceh (Plt Gubernur) Nova Iriansyah, saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Besar, Minggu, 14 Oktober 2018.

” Pembangunan IPDN sudah positif dilakukan di Kabupaten Aceh Besar, di Kota Jantho, maka semua pihak saya harap dapat memberikan dukungannya, semoga kehadiran institut ini satu lagi dapat memacu kemajuan Kota Jantho ini kedepan,” kata Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah kepada awak media dan rombongan yang hadir saat itu di salah satu resto di Kota Jantho.

Sebelumnya Plt Gubernur Aceh juga meninjau lokasi rencana pembangunan Kampus IPDN yang disediakan oleh Pemkab Aceh Besar, seluas 60 Hektar yang terletak di Gampong Bukit Meusara Kota Jantho atau lebih tepat komplek Bekas RSUD Aceh Besar sebelumnya.

Kecuali itu, Plt Gubernur juga menyempatkan diri melihat lokasi rencana pembangunan Kampus ISBI Aceh sekitar 200 meter dari Gedung Kantor Bupati Aceh Besar. Untuk Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, Pemkab Aceh Besar menhibahkan lahan seluas 36 hektar tepatnya di lokasi work Shop PUPR setempat saat ini.

Sementara Bupati Aceh Besar Mawardi Ali, sebelumnya menyebutkan bahwa mulai Desember 2018 sejumlah mahasiswa IPDN akan ditempatkan di Kota Jantho, sebagai bukti starter aktifitas IPDN regional sumatra. Mereka (mahasiswa IPDN) akan menempatkan gedung bekas RSUD Aceh Besar yang sebahagian besarnya saat ini dalam kondisi kosong paska pemindahan aktifitas RSUD Aceh Besar ke Indrapuri pada 2014 lalu.

“Sebenarnya mereka meminta dapat masuk kemari pada bulan November depan, karena kita disibukan dengan penghelatan PORA, maka saya minta undurkan waktu ke Bulan Desember,”ujar Bupati Mawardi Ali.

BACA..  Buka Rapat, Ketua DPRA: Dinamika Dalam Pembahasan Jadi Referensi

Sebagaimana diketahui rencana penempatan IPDN regional di Provinsi Aceh ini sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu. Kota Madya Sabang dan Kabupaten Bireuen menjadi daerah yang diarahkan oleh Pemerintah Aceh sebelumnya, sedangkan Aceh Besar yang diharapkan oleh pemerintah pusat, mengingat tingkat stretegisnya dalam berbagai aspek, sempat menjadi bulan bulanan kebijakan.

Namun, akhirnya Pemerintah pusat memastikan dan memutuskan Kabupaten Aceh Besar sebagai daerah yang tepat dan cocok dibangun Institut kebanggaan negara itu, mengingat tingkat kemudahan dalam berbagai sektor telah terpenuhi, seperti radius dari Kota Provinsi, Jangkauan dengan Bandara Internsional, ketersediaan lahan yang cukup, air yang menadai dan listrik serta sejumlah kemudahan lainnya yang menjadi prioritas pemerintah pusat.

Pemerintah Aceh Besar dan Pemerintah Provinsi Aceh, Komit untuk mendorong pembangunan IPDN regional sumatra dan ISBI Aceh itu ke arah yang lebih cepat dan maju, sebagaimana sinyalemen yang diutrakan oleh Plt Gubernur dalam kunkernya Ke Aceh Besar, Minggu tadi.

” Kita akan melakukan apa yang dapat kita lakukan sejauh tidak mengangkangi aturan,” kata Nova Iriansyah, sembari memerintahkan sejumlah pihak terkait untuk memastikan dapat dilahirkan kebijakan tertentu dalam mendorong kedua institut itu menggunakan sumber dana yang ada di Pemerintah Aceh. (Dahlan).