banner 700250

Dilaporkan ke Polisi, TRI Tunjuk YARA Sebagai Kuasa Hukum

oleh -276 views

Banda Aceh (AD)- Terkait dugaan pencemaran nama baik Bupati Nagan Raya, H. M. Jamin Idham, SE yang dilakukan oleh akun Media sosial (Medsos) Facebook milik Teuku Raja Indra (TRI) yang bernama asli Teuku Candra Kirana, telah dilaporkan ke Polres Nagan Raya oleh Tim Kuasa Hukum Bupati Nagan Raya dengan surat laporan Polisi Nomor: LP-B/50/IX/RES.7.4/2020.

Laporan Polisi tersebut, dilaporkan pada hari Selasa 8 September 2020 atas dugaan Pencemaran nama baik yang dilakukan oleh TRI. Selanjutnya, pada tanggal 11 September telah di panggil untuk di mintai klarifikasi oleh penyidik Polres Nagan Raya.

Untuk menghadapi laporan tersebut, TRI meminta Pendampingan Hukum pada Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) agar terlindungi hak-haknya selaku terlapor dalam proses pemeriksaan tersebut.

BACA..  Dukung Konservasi, Pangdam IM Lepas Tukik di Pulau Banyak

Kedatangan TRI ke Kantor YARA di Banda Aceh di terima oleh Muhammad Zubir, SH yang merupakan Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Nagan Raya untuk mendengarkan kronologisnya serta memberikan pandangan hukum terhadap TRI.

“Benar bahwasanya TRI meminta Bantuan Hukum kepada YARA, setelah kami mendengarkan kronologi permasalahan hukumnya, langsung pada hari ini juga kita buatkan Surat Kuasa Khusus,” kata Zubir yang juga merupakan Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Nagan Raya, Minggu 13 September 2020.

BACA..  Kapendam IM : TMMD Pengabdian Untuk Negeri

Zubir menjelaskan, kasus tersebut tergolong unik, dimana TRI adalah salah satu Timsesnya pada saat pemenangan Bupati dan Wakil Bupati. TRI merupakan Bendahara Umum dalam struktur WAREH JADIN,

“Kasus ini unik jika kita kaji secara politik, ada ketidak puasan timsesnya yang mencoba untuk di perhatikan, dari tindakannya malah di laporkan” ungkapnya.

Zubir juga sangat menyayangkan sikap Bupati Nagan Raya yang melaporkan masyarakatnya sendiri, terlebih lagi TRI adalah tim inti pemenangannya.

“Kita sangat menyayangkan sikap Bupati Nagan Raya yang terlalu gegabah untuk membuat laporan dengan tidak dipanggil dulu untuk di bicarakan secara kekeluargaan. Apalagi TRI adalah tim inti pemenangannya sendiri yang pada waktu itu merupakan Bendahara Umum saat Pilkada 2017. Seharusnya Bupati sebagai seorang pemimpin, memanggil TRI terkait postingannya di Media sosial dan menasehatinya. Bukan malah langsung melaporkan,” ujar Zubir.

Dengan adanya kasus ini, ia berharap, kasus serupa tidak terulang lagi kepada masyarakat yang ada di Nagan. Zubir meminta kepada masyarakat, agar dapat lebih bijak dalam menggunakan medsos sebagai kritikan, sehingga menjadikan medsos sebagai sarana penyampaian aspirasi.

“Semoga kasus seperti ini tidak terulang lagi di Nagan, dimana penguasa memakai kekuasaanya untuk menindak rakyatnya, bukan sebaliknya, semoga Bapak Bupati terketuk hatinya untuk memaafkan TRI,” harapnya.

“Kepada masyarakat Nagan Raya, bijaklah dalam menggunakan medsos. Medsos adalah media baru di awal era globalisasi sebagai ajang penyampaian aspirasi,” tutup Zubir. (AF)