Orasi Ilmiah “Professor” Megawati Turut Memuji Partai Komunis China

oleh -82 views
Orasi
Megawati sedang berdansa dengan Presiden China saat itu, Jiang Zemin

JAKARTA (AD)– Orasi ilmiah pengukuhan gelar profesor kehormatan untuk Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dari Universitas Pertahanan (Unhan), Sentul, Jawa Barat, Jumat,  11 Juni 2021 turut menyinggung dan memuji keberhasilan Partai Komunis China.

Megawati mengatakan bahwa dirinya pernah diundang Presiden Republik Rakyat China (RRC) Xi Jinping dalam ulang tahun Partai Komunis.

Sebelum menceritakan pesan yang hendak disampaikan dari cerita tersebut, Megawati lebih dulu membuat disclaimer. Dia tidak ingin pesan yang disampaikan berubah menjadi narasi dirinya pendukung komunis. Kenapa segitu ya? berani berbuat kenapa tidak berani bertanggungjawab?

“Kalau nanti saya bilang gini, ‘betul, ndak Bu Mega itu komunis?’. Saya kan selalu dibilang begitu. Sampai waktu saya (jadi) anggota DPR saja sudah distempel itu,” tuturnya.

Megawati lantas melanjutkan ceritanya. Dia menjelaskan bahwa RRC baru keluar dari persembunyian saat ada Konferensi Asia Afrika. Bung Karno, sambungnya, merupakan aktor yang meminta China untuk menuju zaman pencerahan.

“Beliau bilang sama Mao Zedong. Ayo, keluar! Jangan kamu ada di tirai bambu. Akhirnya keluar,” tegasnya.

Artinya, jika dibandingkan dengan Indonesia yang di tahun 1945 sudah merdeka dan go international, maka RRC baru mulai bangkit belakangan.

Kembali pada undangan Xi Jinping yang juga merupakan Sekjen PKC. Indonesia, kata Megawati, juga harus membuka diri seperti China. Di mana dalam acara itu, Xi Jinping menegaskan bahwa pihaknya akan mendeklarasikan 0 persen kemiskinan dalam perayaan 100 tahun Partai Komunis China.

PKC sendiri lahir pada 13 Juli 1921. Artinya mereka akan mencapai usia 100 tahun pada tahun ini.

“Ini yang saya maksud. Bagaimana ya, kita ini kan seperapatnya 270 juta (China 1 miliar penduduk),” urainya dalam orasi ilmiah sekelas curhat itu. (BACA: Dansa Megawati Dan Presiden China

Parahnya, Megawati terkesan supaya rakyat Indonesia mengikuti apa saja ideologi yang sedang dianut oleh rakyat China. Padahal kemajuan China bukan karena ideologi namun keuletan dalam bekerja.

“Saya tidak tahu akan tergugah atau tidak. Ya monggo saja, namanya juga pikiran-pikiran intelektual akademis,” demikian Megawati.  [eramuslim]