Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Keluarga Syarifuddin Butuh Uluran Tangan dari Pemerintah dan Dermawan

oleh

Bireuen (AD) – Syarifuddin (60) istri Nurjani Usman (57) dan dua orang cucunya bernama Anna (7) dan Asraf (4) tinggal di Desa Lipah Rayeuk, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, keluarga tersebut tinggal di gubuk reyot dan sangat memprihatikan dan Syarifuddin salah satu penyandang disabilitas.

Saat media ini mendatangi kediaman Syarifuddin Minggu, (14/06) melihat realita dan faktanya, tentu sangat mengenjutkan dan tergugah hati. Rumah reyot tersebut berdinding seadanya dari bambu yang beratap seng yang sudah lapuk dan bocor termakan usia, berlantai tanah. saat musim hujan membasahi ruangan rumahnya, tidak seperti rumah masyarakat lainnya di kabupaten Bireuen serba ada kelengkapan dan layak huni.

Sedangakan kondisi tempat tidurnya, langsung menyatu dengan dapur begitu juga kondisi menyatu tanpa ada penyekat pemisah. Tak ada yang istimewa dari dalam gubuk reyot istana rumah milik Syarifuddin tersebut merupakan tergolong dalam kriteria masyarakat miskin dan disabilitas. kakinya yang sudah terputus dibantu dengan sebuah tongkat, pasca mengalami musibah kecelakaan pada tahun 2010 di Pulau Jawa saat bekerja sebagai supir angkot.

BACA..  Edi Obama Saputra Dilantik Sebagai Ketua PMI Bireuen untuk Kedua Kalinya

Dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya Syarifuddin bekerja sebagai tukang servis elektronik, namun selama masa Covid-19. Dirinya harus memarkir atau berhenti berkerja untuk mengikuti anjuran pemerintah bisa tetap berada dan beraktifitas di rumah reyot saja.

Sementara sang istrinya hanya sebagai ibu rumah tangga. Diakuinya, dia dulu pernah menjadi penjual gorengan dan bandret namun karena minim modal usahanya akhirnya gulung tikar. Gerobak miliknya kini hanya terparkir di depan gubuk mereka saat awak media menelusuri faktanya.

Agar bisa bertahan menyambung hidup, Syarifuddin bersama istri dan dua orang cucunya. Biasanya membantu orang pedagang ikan di pasar tradisional kawasan Cot Tarom Timur, tempat Toke Basri selaku pedagang Ikan, biasanya ia akan diberikan upah yang tidak seberapa, namun setidaknya paling tidak bisa buat beli beras dan ikan dan sayuran serta kebutuhan pangan lainnya sehari hari makan.

BACA..  Edi Obama Saputra Dilantik Sebagai Ketua PMI Bireuen untuk Kedua Kalinya

”Kalau untuk makan, saya biasanya dapat beras dari orang-orang yang baik hati (Dermawan), karena selama Pemerintah menangani Covid- 19 tentu ruang gerak kami melaksanakan aktivitas perekonomian kami terganggu sehingga kami bertekad mengurung diri di rumah saja,” ujarnya Syarifuddin saat ditemui oleh awak media ini.

Selanjutnya dirinya juga mengakui bahwa gubuk tempatnya bernaung dan menetap sekarang ini adalah hasil jerih payah keluarganya. Lokasi atau tanah tempat tinggalnya pun sudah hak miliknya.

Saat ditanya oleh rekan media, soal bantuan apakah dirinya selama ini pernah menerima dari pihak pemerintah maupun donatur, baik dalam bentuk program bedah rumah atau rumah rehab. Ia hanya mengaku belum ada bantuan sama sekali selama ini yang kami terima dalam bentuk jenis bantuan apapun.

“Seingat kami belum pernah ada bantuan, dirinya berharap semoga pihak pemerintah dan dermawan bisa membantu keluarganya,” harap Syarifuddin.

BACA..  Edi Obama Saputra Dilantik Sebagai Ketua PMI Bireuen untuk Kedua Kalinya

Perlu diketahui bahwa keluarga Syarifuddin bersama istrinya Nurjani Usman, saat berbincang bicang dengan rekan media. Juga turut berbagi cara untuk mencari jalan keluar atas permasalahan terhempitnya mata pencarian ekonomi, bagaimana agar keluarga mereka bisa produktif kembali atau normal, minimal ketersediaan modal kerja dan juga bisa membangun kembali gubuk mereka, baik dengan ‘Rekontruksi atau Rehab’ dalam merenovasi gubuk panggungnya itu bisa layak huni dan rumah yang sehat.

Syarifuddin dan keluarga mengharapkan bantuan dari pemerintah Aceh khususnya pemerintah kabupaten Bireuen agar di bantulah rumah layak huni dan modal usaha untuk keluarga kami.

Dan dirinya hanya bisa mengharap belah kasihan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan hanya kepada Allah SWT lah saya bisa memohon dan meminta dengan izinnya lah nanti bisa terkabulkan permintaan dan mudah mudahan ada orang yang baik untuk membantu keluarga kami, pungkas Syarifuddin dengan nada sedih. (Iqbal).