Satresnarkoba Polresta Banda Aceh, Ungkap Pemilik 50 Bal Ganja Dalam Koper

oleh -93 views

Banda Aceh (ADC)- Kepolisian Resort Kota (Polresta) Banda Aceh, Jum’at 14 Juni 2019 pagi, menggelar konfrensi pers terkait pengungkapan kasus kepemilikan narkotika jenis ganja sebanyak 50 bal dengan berat keseluruhan 61 kilogram.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto melalui Kasatnarkoba AKP Budi Nasuha Waruwu mengatakan, 50 bal ganja yang dimasukan kedalam tida koper itu, ditangkap oleh pihak keamanan Bandara Sultan Iskandar Muda yang dikirim melalui jasa pengiriman R, tanpa ada identitas pemiliknya.

Setelah barang bukti ganja tersebut diserahkan oleh pihak kemanan bandara kepada Polresta Banda Aceh, selanjutnya kita dari Satresnarkoba yang juga di back up Direktorat Narkoba Polda Aceh melakukan pengembangan terhadap kasus ini.

Budi Nasuha menjelaskan, awalnya kita memang kesulitan untuk mengungkap siapa pemilik dari barang tersebut. Hal itu dikarenakan, kita tidak ada jejak dan tidak ada tanda nama siapa pemiliknya, sehingga kita butuh waktu untuk mengungkapnya.

“Tapi Alhamdulillah, akhirnya berkat kerjasama yang baik, kita mengetahui identitas dari tersangka pemilik dari 50 bal ganja itu. Setelah mengetahui identitas dari pemiliknya, kita langsung berangkat menuju Pidie Jaya dan berhasil mengamankan satu orang tersangka berinisial A selaku pemilik dari 61 kilogram ganja yang akan dikirim ke tanah jawa,” ujar Kasatresnarkoba.

Lanjut Budi, menurut pengakuan tersangka A, dia telah dua kali melakukan pengiriman ganja ke tanah jawa. Yang pertama, tersangka mengirimnya melalui jasa pengiriman T yang berada diseputaran Loengbata, dan barang tersebut berhasil dikirimkannya. Kemudian untuk yang kedua, tersangka kembali membeli ganja dikawasan Lamteuba Aceh Besar dengan harga Rp250 ribu perkilonya, selanjutnya tersangka menjual kembali dengan harga Rp 500 ribu disana.

“Dari hasil penjualan ganja tersebut, tersangka diperkirakan mendapat keuntungan sebesar 15 sampai 30 Juta. Tersangka dalam melakukan aksinya, tetap menggunakan jalur jasa ekspedisi pengiriman via kargo,” sebutnya.

BACA..  DPRA Ingatkan Pemerintah Aceh Untuk Perbaiki Tata Kelola Pemerintahan

Selain itu ia juga mengatakan, dari pengakuan tersangka, dia baru dua kali ini melakukan pengiriman ganja. Tapi kita tidak serta merta mempercayai pengakuannya, karena kita masih mengejar satu tersangka lagi berinisial B yang juga berperan dalam kasus ini.

“Ada satu orang lagi yang masih kita kejar, nama dan identitasnya sudah kita ketahui dan kita juga sudah melakukan pengamatan dan melakukan penggerebekan dirumahnya, tapi tersangka ini sudah mengetahuinya. Kita terus berupaya untuk menangkapnya,” ujar Budi Nasuha.

Ia menjelaskan, terungkapnya identitas dari kedua tersangka ini, berdasarkan adanya rekaman CCTV, dan kedua pelaku ini, adalah si pemilik dari barang tersebut.

“Keberhasilan pengungkapan kasus ini, tidak terlepas dari adanya kerjasama yang baik antara kepolisian, jasa pengiriman serta pihak bandara,” pungkasnya.

AKP Budi Nasuha menambahkan, ganja ini rencananya akan dikirim kepada calon penerimanya yang berada di daerah Bekasi. Sudah dua kali pelaku melakukan pengiriman kesana. Untuk pengembangan lebih lanjut, kita telah berkoordinasi dengan Polda Aceh. Karena kasus ini antar provinsi, biar Polda Aceh yang akan menghubungi kesana. 

“Ia menghimbau kepada pemilik jasa ekspedisi pengiriman, untuk melengkapi tempat usahanya dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) seperti, CCTV dan mencocokan identitas pengirim dengan foto di KTP nya. Tujuannya adalah, agar kita lebih mudah untuk menemukan pelaku yang mengirimkan barang tidak sesuai dengan koridor hukum dan pidana,” tutup AKP Budi Nasuha Waruwu. (Ahmad Fadil)

 

BACA..  Polda Aceh Amankan 100 Kilogram Sabu Jaringan Internasional