7 Gampong Tersiksa Akibat Ternak Ilegal, Kantor Camat Diserbu

oleh -105 views
Ratusan warga dari kemukiman sapta jaya, menyampaikan aspirasinya di kantor camat Rantau Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat Pagi, 14 Juni 2019, warga mendesak pemerintah untuk menertibkan usaha ternak ayam potong ilegal yang selama ini beroperasi di wilayahnya dan sudah mengganggu dan mencemarkan udara di kawasan tersebut. Foto: Zainal.

Kuala Simpang (ADC) Ratusan warga dari tujuh kampung di Kemukiman Sapta Jaya Kecamatan Rantau mendatangi kantor camat setempat, Jumat pagi 14 Juni 2019. Untuk mengajukan protesnya terhadap aktifitas peternakan ayam boiler (ayam potong) yang dilakukan dibangun di kawasan pemukiman setempat dengan tanpa mengantongi izin pemerintah.

Warga mengaku, kehadiran pengembangan ayam pedaging dilingkungan pemukiman mereka itu, dinilai sangat mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat hingga di merambah ketujuh gampong di sekitar itu.

“Kami minta kandang ayam potong yang saat ini masih beroperasi di kemukiman Sapta Jaya itu, ditutup, karena sudah sangat menganggu kenyamanan warga kami di Kemukiman Sapta Jaya,” tegas warga saat itu.

Menurut warga, sejak keberadaan opersional pengembangan ternak pedaging itu, lingkungan masyarakat kerab diserang hama lalat, sehingga banyak warga yang terancam penyakit. Selain itu, bau yang menyengat pun hampir sepanjang waktu timbul dan terhirup kepada warga.

“Kenyamanan kehidupan kami sangat terganggu selama kegiatan peternak ayam potong itu, maka kami minta pemerintah peduli dengan hal ini dan menutup kegiatan itu, jika masih sayang kepada rakyatnya,” demikian cetus salah seorang warga yang ikut serta dalam aksi protes itu.

Disebutkan, kondisi serupa bukan saja terjadi diingkungan masyarakat di kawasan pemukiman itu, tapi lingkungan sekolah yang ada di kawasan itu juga ikut menanggung derita yang sama. Parang orang tua siswa mengaku khawatir akan kenyamanan proses belajar menagajar dan akan mengancam masa depan anak anaknya, jika penyabab pencemaran udara itu tidak segera ditanggulangi.

“Kondisi buruk bukan saja menimpa masyarakat saat ini, tapi potensi kecerdasan generasi mendapat juga ikut terkontaminasi, sebab tidak dapat belajar yang baik sebagaimana yang diharapkan,” timpal seorang pria yang turut berorasi dalam aksi tersebut.

BACA..  Kapolri Tinjau Langsung Korban Erupsi Gunung Semeru

Aksi warga itu disambut tim muspika setempat yang dipimpin oleh Camat Kecamatan Rantau Zainuddin, SE didampinggi Kapolsek Rantau Ipda Bima Nugraha, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Aceh Tamiang.

Dihadapan ratusan masyarakat kemukiman Jaya itu, Camat Zainun, berjanji akan segara menindaklanjuti laporan warga itu dan meminta kepada masyarakat untuk tidak bertindak brutal.

” Akan segera kita tindaklanjuti laporan ini, namun warga tetap dalam keadaan tenang serta tidak bertindak brutal,” demikian janji dan pesan Camat Zainun.

Usai mendapatkan penjelasan dari muspika Rantau seluruh warga yang hadir, membubarkan diri dengan tertib. (Zainal)