Vaksin AstraZeneca Picu Beku Darah di Australia

oleh -23 views
example banner

example banner

Jakarta (AD)- Vaksin AstraZeneca kian kontroversi, hal itu terlihat setelah Australia mengatakan bahwa orang kedua telah didiagnosis dengan pembekuan darah setelah menerima vaksin AstraZeneca. Informasi tersebut diberitakan, Selasa, 13 April 2021.

Minggu ini Australia membatalkan vaksinasi untuk hampir 26 juta penduduknya pada akhir tahun. Langkah ini diambil setelah regulator obat Eropa melaporkan kasus pembekuan darah, yang jarang terjadi, di antara beberapa penerima dewasa vaksin AstraZeneca.

Hal ini mendorong pejabat Australia untuk merekomendasikan mereka yang berusia di bawah 50 tahun untuk menerima vaksin Pfizer Inc daripada AstraZeneca, sehingga program vaksinasi di Negeri Kanguru menjadi berantakan.

“Kami telah mengantisipasi potensi penurunan yang signifikan (dalam jumlah vaksinasi, tetapi itu) bukan yang kami lihat pada tahap ini,” Menteri Kesehatan Greg Hunt mengatakan kepada wartawan di Canberra, dikutip dari Reuters.

Sementara itu, pihak berwenang mengatakan mereka tidak memiliki rencana untuk menambahkan vaksin satu dosis Johnson & Johnson (J&J) ke program imunisasinya. Australia ingin menjauh dari pengadaan vaksin yang sedang ditinjau terkait pembekuan darah.

Vaksin Covid-19 dari J&J dan AstraZeneca menggunakan adenovirus, kelas virus flu biasa yang tidak berbahaya, untuk memasukkan protein virus corona ke dalam sel-sel di dalam tubuh dan memicu respons imun.

Kedua produk tersebut sedang dalam peninjauan oleh regulator obat Eropa setelah menemukan kemungkinan adanya pembekuan darah, meskipun dikatakan keuntungannya masih lebih besar daripada risikonya.

“Pemerintah tidak berniat untuk membeli vaksin adenovirus lebih lanjut saat ini,” kata juru bicara kementerian kesehatan kepada Reuters.