Hari Pertama Ramadhan, ACT Aceh Bagikan 200 Paket Pangan

oleh -44 views
example banner

example banner

Banda Aceh (AD)- Hari pertama Ramadhan, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh bagikan 200 paket pangan berupa sembako yang dibagikan kepada masyarakat di Banda Aceh. Pembagian paket pangan ini langsung dilakukan selama satu hari, Selasa 13 April 2021 atau satu Ramadhan 1442 H.

Untuk titik pembagian paket pangan ini merata ke wilayah-wilayah di Banda Aceh dan menyasar ke keluarga prasejahtera, sebagian distribusi dilakukan di halaman Masjid setempat. Masyarakat yang hadir sangat senang dengan paket pangan yang diberikan pada saat awal Ramadhan ini.

BACA..  Serda Misthori Ikut Giling Padi Sertu Heri Lain Lagi

Pembagian paket pangan ini merupakan bentuk Gerakan Sedekah Pangan Ramadhan dan mengajak masyarakat Aceh untuk berlomba-lomba bersedekah dalam rangka meningkatkan iman dan amalan di bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah.

Memulai gerakan ini, ACT Aceh menyalurkan 200 paket pangan atas dukungan dari Be Aid, lembaga Turki yang berpusat di Jerman. Paket pangan ini berupa beras 10kg, kurma, minyak goreng, gula, garam, tepung terigu, dan mie telor yang dikemas dalam kotak kardus.

BACA..  Etika Yang Dibutuhkan Dalam Menjalankan Pemerintahan

Kepala ACT Aceh Zulfurqan mengatakan, gerakan sedekah pangan Ramadhan ini juga sebagai bentuk kekhawatiran terhadap kenaikan harga sejumlah bahan pokok dikarenakan kondisi ekonomi masyarakat yang saat ink belum sepenuhnya pulih karena Covid -19.

“Gerakan ini diharapkan mampu menyelesaikan persoalan ekonomi yang saat ini dialami masyarakat kurang mampu sehingga dapat mencukupi kebutuhan pangannya,” kata Zulfurqan, Rabu 14 April 2021 di Banda Aceh.

BACA..  Tali Silaturahmi Terputus Pasca Dinas Perhubungan Aceh Larang AKDP

Selain itu, ia juga menambahkan, bahwa gerakan ini juga dalam rangka program Ramadhan 2.0 Aksi Tanpa Batas, karena tahun ini merupakan Ramadhan kedua di tengah kondisi pandemi, dimana masyarakat di sekitar kita benar-benar sedang dalam kondisi berat.

“Aksi Tanpa Batas ini menjadi sebuah doa dan semangat untuk menciptakan program tanpa batas guna dapat menyelesaikan masalah-masalah di sekitar kita, khususnya di Aceh,” pungkas Ketua ACT Aceh. (*)