Luar Biasa, Dalam 22 Hari Polda Riau Tangkap 463 Orang

oleh -68 views

example banner

Laporan | Redaksi

Pekanbaru, (AD) – Luar biasa Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Riau, dalam rentang waktu 22 hari selama dilaksanakan Operasi Kewilayahan Anti Narkoba 2021 berhasil menangkap 463 orang penguna dan pengedar beserta barang bukti berbagai jenis narkoba.

Dalam Konferensi Pers Kapolda Riau, Irjen Pol. Agung Setya Imam Effendi, SH., SIK., M.Si didampingi Pejabat Utama (PJU) Polda Riau, diantaranya Direktur direktorat reserse narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau, Kombes Pol. Victor Siagian, Komandan satuan (Dansat) Brimob Polda Riau, Kombes Pol. Dedi Suryadi dan Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol. Sunarto, Minggu, (14/03/2021) di lobby belakang Mapolda Riau kepada awak media mengatakan ini merupakan keberhasilan yang luar biasa., katanya.

Menurut Irjen Pol. Agung Setya Imam Effendi, SH., SIK., MSI tertangkapnya 463 orang tersangka ini karena kejahatan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba. Untuk terciptanya suatu kesadaran dan kewaspadaan masyarakat, yang dengan sikap tegas menolak segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, sehingga Provinsi Riau terbebas dari bahaya Narkoba.

BACA..  Kejari Sabang Berhasil Selamatkan Uang Negara Rp.158 Juta Lebih

”Operasi ini, terhitung mulai tanggal 18 Februari sampai 11 Maret 2021 atau 22 hari. Selama itu, ada sebanyak 316 kasus yang berhasil diungkap Kepolisian. Untuk total tersangka selama Operasi Lancang Kuning ini berhasil diamankan sebanyak 463 orang, dengan jumlah tersangka Laki- laki sebanyak 424 orang dan Perempuan 39 Orang,“ jelasnya.

Kapolda menerangkan, untuk total Barang Bukti (BB) yang berhasil disita selama operasi diantaranya, Sabu 42.197,30 gram atau 42 Kg, Ekstasi 50.236 butir, Ganja 1.120,63 gram atau 1,12 Kg, Uang tunai Rp 325.387.000, Mobil 9 unit, Motor 83 unit dan Handphone 320 unit.

“Untuk pekerjaan dari para tersangka, diantaranya, PNS 2 orang, Swasta 79 orang, Wiraswasta 170 orang, Petani 57 orang, Mahasiswa 4 orang, Pelajar 15 orang, Buruh 50 orang dan Pengangguran 86 orang,” terangnya.

BACA..  Jual Chip Judi Online, Seorang Pemuda di Aceh Besar Ditangkap Polisi

Secara kuantitas lanjut Kapolda, pelaksanan Operasi Anti Narkoba ini, berhasil melebihi target yaitu dari 27 TO yang telah ditetapkan, berhasil diungkap sebanyak 44 TO. Sedangkan untuk target non TO sebanyak 419 orang.

Dalam pelaksanaannya, Operasi Anti Narkoba ini juga telah menggelar Razia terhadap sopir atau pengemudi dengan menggunakan alat pendeteksi Narkoba ”Drugwip/Saliva Tes“ (cek air liur) oleh Ditresnarkoba Polda Riau dan jajaran. Didalam razia tersebut didapat hasil diantaranya, sebanyak 1.193 orang Sopir/pengemudi yang dites. Dan dari 1.193 Sopir/pengemudi tersebut, sebanyak 13 orang positif dan 1.180 orang negatif Zat Amphetamine,” beber Kapolda Riau.

Dari analisis, trend kejahatan dan pengguna narkoba di Provinsi Riau, paling banyak di usia 26 – 55 Tahun. Dan trend berdasarkan aspek pekerjaan, para tersangka paling banyak pengangguran dan buruh, dengan total 400 orang. Para tersangka ini sebagian besar bertugas sebagai Pengedar (Kurir) Narkoba. Dikarenakan upah yang diterima cukup menggiurkan, berkisar 10 s/d 20 juta rupiah.

BACA..  Tiga Pelaku Jual Beli Chip Domino di Pidie Jaya Diringkus Polisi

”Sementara itu, untuk bandar sendiri masih banyak dikendalikan dari narapidana di Lembaga Pemasyarakatan,“ terang Kapolda.

Diharapkan kepada seluruh masyarakat Riau untuk melakukan gerakan menolak bahaya narkoba, sebagai wujud dalam satu bentuk nyata yang konkrit. Dan ini bisa dimulai dari keluarga, untuk tidak bersikap permisif, mengoreksi, dan menentang segala hal yang berkaitan dengan narkoba, serta peran dari Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama juga penting, harus mempelopori gerakan Anti Narkoba ini, bukan lagi dalam bentuk slogan namun tindakan nyata.

“Untuk Pemerintah Provinsi Riau, agar menyiapkan pusat rehabilitasi atau rumah sakit ketergantungan narkoba, supaya para pemakai bisa melakukan rehabilitasi medis bagi penyalahgunaan narkoba. Tidak lupa juga, Kapolda Riau menghimbau kepada pengelola jasa transportasi, agar ikut memperhatikan penumpang yang kiranya mencurigai segara laporkan kepada pihak berwajib”, harapnya.(*).