BNN Aceh Gagalkan Peredaran 8,4 Kilogram Sabu dan 10 Ribu Butir Ekstasi

oleh -188 views
example banner

BANDA ACEH (AD) – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh berhasil menggagalkan peredaran gelap Narkotika Golongan satu Jenis Sabu seberat 8,4 kilogram dan 10 ribu butur pil ekstasi di Aceh.

Tim BNN Aceh juga berhasil membekuk dua tersangka bernama RML 39 tahun alias Muli bin Jadar warga Gampong Meunasah Aron Kecamatan Muara Batu – Aceh Utara dan ZFM Bin Armia 29 tahun, warga Gampong Ulee Madon Kecamatan Muara Batu Kabuoaten Aceh Utara. Sedang tersangka lainnya berinisial TS melarikan diri.

RML dan ZFM ditangkap tim BNN Aceh pada lokasi yang berbeda di Jalan Medan – Banda Aceh, Gampong Seneubok Barat Kecamatan Idi Timur – Aceh Timur dan dijalan Medan – Banda Aceh Depan RSU Cut Meutia Lhokseuamwe. Sedang TS dalam status Daftar Pencaharian Orang (DPO).

Lalu dijalan Hasanuddin Petisah Hulu Kecamatan Medan Baru tepatnya di Warung Nasi Lokal Medan – Sumatera Utara

Ketiga tersangka dijerat Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 115 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang Undang RI Nomor 35 tahun 2009, tentang Narkotika; dengan hukuman 20 tahun, seumur hidup, atau hukuman mati.

BACA..  Wali Kota : Stok Bahan Pokok Banda Aceh Aman Hingga Akhir Tahun

Bersama tersangka, BNN Aceh berhasil menyita barang bukti 18 Pack Kristal Metamphetamina yang dibungkus dengan kemasan Teh Cina merk GWAN YIN WANG dengan berat Bruto 8.382,52 gram jenis sabu. Lalu 6 bungkus pil ekstasi sejumlah 10.000.

Selain itu tim BNN Aceh turut menyita 1 Unit Sepeda Motor Yamaha NMax warna Putih less Merah, 4 Unit Handphone bermacam merk; lalu 1 Unit Mobil Honda HRV.

Masing masing mereka berperan, seperti RML Alias MULI Bin JAFAR, Selaku yang menjemput dan membawa Narkotika; Sedangkan ZFM Bin ARMIA Selaku Pengendali dan selaku penghubung saudara RML Alias MULI Bin JAFAR dengan saudara TS (DPO), Jawa. Mereka dibekuk tim, BNNP Aceh, POLDA Aceh.

Tim BNN Aceh bergerak setelah mendapatkan informasi dari masyarakat tentang akan adanya peredaran gelap narkotika diwilayah Provinsi Aceh yang dilakukan oleh jaringan ZFM Bin Armia.

Selanjutnya Tim Melati dan Tim Anggrek BNNP Aceh bersama Tim Polda Aceh melakukan penyelidikan di wilayah Idi Rayeuk Aceh Timur.

BACA..  Aminullah Usman Serahkan Rumah "Pro Bergemilang" Untuk Yusnidar

Seperti dilansir atjehdaily.id dari press conference, Selasa 13 Oktober 2020, bahwa tim BNN dan Polda Aceh pada Kamis 17 September 2020 sekitar Pukul 22.00.Wib. Telah dilakukan Penangkapan terhadap tersangka RML alias Muli Bin Jafar (R).

Saat itu RML sedang mengendarai sepeda motor jenis Nmax warna Merah dengan Nopol BL 4113 KAM di jalan Medan-Banda Aceh Gampong Seneubok Barat, Kecamatan Idi Timur, Aceh Timur.

Namum tersangka berhasil melarikan diri dan meninggalkan Sepeda Motor, kemudian tim melakukan penggeledahan terhadap sepeda motor tersangka dan ditemukan 8 bungkus narkotika jenis sabu seberat 8.382,52 gram yang terbungkus dengan bungkusan merk teh china didalam jok motor, dan 6 bungkus (10.000) butir pil ekstasi yang diletakkan dibagian depan motor yang ditinggalkan oleh tersangka.

Kemudian Pada hari Jum’at tanggal 18 September 2020 pukul 04.00 wib tim mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa tersangka RML alias Muli Bin Jafar berada dekat RSU Cut Meutia.

Tim langsung melakukan pengejaran terhadap tersangka RML dan berhasil menangkap tersangka. Dilokasi Tim mengintrogasi tersangka RML alias Muli Bin Jafar.

BACA..  Aminullah Usman Serahkan Rumah "Pro Bergemilang" Untuk Yusnidar

RML mengaku bahwa, Narkotika tersebut milik tersebut milik tersangka ZFM Bin Armia, dari informasi tersangka RML itu, tim Melati dan Tim Anggrek BNNP Aceh bersama Tim Polda Aceh.

Pengejaran terhadap tersangka ZFM terus berlanjut sampai Sabtu 19 September 2020 setelah tim mendapat info bahwa tersangka ZFM Bin ARMIA berada di Kota Medan Provinsi Sumatera Utara.

Dari pengembangan info, pada pukul 14:25 WIB ZFM Bin ARMIA berada di Warung Nasi di Jl. Hasanuddin Kota Medan Kecamatan Medan Polonia Sumatera Utara. Tim berhasil menangkap ZFM Bin Armia, dari tangan ZFM tim mengamankan dompet warna Hitam, ATM, KTP, HP dan STNK.

Atas perbuatannya mereka dikenakan sanksi pidana pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 115 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), UU RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan hukuman 20 tahun, seumur hidup, atau hukuman mati. (Syawaluddin)

Foto | Ilustrasi