Wah …!!! Penginapan Milik Oknum Kadis di Bener Meriah Ditutup Paksa Warga

oleh -82 views
Ratusan Warga Gerebek Penginapan Rumah Bengi yang diduga milik M, Kepala Dinas di Kabupaten Bener Meriah yang berlokasi di kampung Serule Kayu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah.

 GOOGLE NEWS

BENER MERIAH, ATJEHDAILY.ID Ratusan Warga gerebek penginapan Bengi yang diduga milik seorang kepala dinas di Pemkab Bener Meriah, Jumat malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Emosi ratusan warga memuncak setelah menemukan pasangan non muhrim di dalam kamar sehingga berujung penutupan paksa terhadap penginapan tersebut.

“Kejadian seperti ini sudah berulang sebanyak lima kali sehingga penginapan ini harus ditutup selamanya, ” teriak Zainuddin tokoh masyarakat setempat  kepada Forkopimcam bukit yang hadir untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Menurut Zainuddin warga setempat sudah lima kali melakukan penggerebekan dan beberapa kali mengingatkan pemilik penginapan agar tidak  menerima tamu non muhrim namun, tidak diindahkan.

Dalam, kesempatan itu, ratusan warga yang tersulut emosi juga menolak untuk membubarkan diri sebelum mendapat kepastian dilakukan penutupan dan menghadirkan pengelola penginapan Bengi yang berdomisili di Kabupaten Bener Meriah.

Kepada Camat Bukit, Kapolsek dan Danramil yang hadir warga mendesak pemilik penginapan yang diduga menjabat sebagai kepala dinas merupakan Kepala Dinas untuk menandatangani surat perjanjian untuk menutup penginapan tersebut.

Namun, untuk pertimbangan keselamatan dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan akhirnya Camat Bukit Ismail meminta pengelola untuk hadir ke Polsek Bukit dan menandatangani surat perjanjian penutupan penginapan tersebut.

Sementara itu, sepasang kekasih tersebut akhirnya diamankan oleh pihak kepolisian untuk diserahkan ke Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) setempat guna proses lebih lanjut.

Ditempat terpisah Kapolres Bener Meriah AKBP Indra Novianto melalui Kapolsek Bukit Ipda Rahmansyah Pinim kepada awak media sabtu 13/8/2022 menyampaikan, penutupan penginapan Bengi oleh warga akibat ditemukannya pasangan non muhrim di dalam satu kamar.

Menurutnya, kejadian tersebut sudah berulang-ulang-ulang terjadi sehingga membuat warga setempat resah. “ Meski sudah di gerebek berkali-kali namun mereka tetap menerima tamu-tamu yang bukan muhrim,” tegasnya.

Ia menambahkan, setelah dilakukan mediasi antara perwakilan masyarakat dari beberapa desa dengan pemilik penginapan akhirnya,  pemilik penginapan menandatangani surat perjanjian untuk menutup penginapan tersebut untuk selamanya.

Disebutnya, untuk pasangan non muhrim yang berasal dari Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Utara tersebut sudah diserahkan ke pihak Satpol-PP dan WH. “ warga juga mendesak agar pemilik diperiksa dan saat ini sedang kita dalami” ungkapnya. (Abdul Rahman).