FPMPA Tawarkan Solusi Penyelamatan Persiraja

oleh -163 views

 GOOGLE NEWS

Banda Aceh (AD)- Hiruk pikuk persoalan penyelamatan tim sepak bola kebanggaan masyarakat Aceh tentunya harus menemui solusi kongkret, tidak hanya sebatas klaim dan saling tuding.

Kami dari Forum Paguyuban Mahasiswa dan Pemuda Aceh (FPMPA) menilai, Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh dengan segala keterbatasan saat ini akan sulit menuntaskan harapan masyarakat Aceh terkait penyelamatan Persiraja.

“Untuk itu kami meminta Pj Gubernur Aceh Bapak Achmad Marzuki dengan segenap kebijaksanaannya bersedia mengambil alih Persiraja dan menjadikan klub berjuluk “Lantak Laju” itu milik Pemerintah Aceh, sehingga tim tersebut menjadi kebanggaan masyarakat Aceh,” ungkap Ketua Umum FPMPA, Muhammad Jasdi, kepada media ini, Sabtu 13 Agustus 2022.

Menurut pria yang akrab disapa Jhon Jasdi, jalan tengah ini merupakan solusi konkret untuk penyelamatan klub andalan dan kebanggaan masyarakat Aceh. Bagi Pemko Banda Aceh yang sedang linglung, kebutuhan operasional Persiraja pasti akan membebani, sementara banyak program kerakyatan lainnya yang masih menumpuk menjadi pekerjaan rumah.

“Bagi Pemko Banda Aceh saat ini anggaran Rp5 hingga 8 Milyar untuk kebutuhan di liga 2 akan sangat memberatkan. Namun jika diambil alih oleh Pj Gubernur, kita yakin akan kembali bertanding di liga 1 bukan suatu kemustahilan dan hal itu bukanlah hal yang tidak mungkin,” jelas Jhon.

FPMPA menilai, Pj Gubernur Aceh hanya perlu memanggil manajemen lama Persiraja dan melakukan pembelian saham sebesar 80 persen yang diluar saham Pemerintah Kota Banda Aceh. Jadi, nanti saham Persiraja itu 80 persen milik Pemprov, 20 persen milik Pemko, sehingga wajar jika klub itu menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Aceh, karena memang kepemilikan sahamnya dominan pemerintah Aceh.

Pj Gubernur bisa saja memerintahkan instansi terkait atau bahkan Bank Aceh Syariah untuk mengakusisi 80 persen saham tersebut. Bank Aceh Syariah punya biaya promosi puluhan milyar tipa tahunnya. Jadi, bisa saja menjadi sponsor utama jika klub Persiraja sudah menjadi milik Pemerintah Aceh.

“Dengan saham terbesar dipegang Pemerintah Aceh dan disponsori oleh Bank Aceh Syariah, maka masa depan Persiraja akan semakin cemerlang,” pungkas Jhon Jasdi.

Pada tahun 1998-2021, Persiraja pernah disponsori oleh Bank Aceh. Dimana waktu itu, kata Jhon Jasdi, Bank Aceh adalah sponsor utama dan Pak Aminullah Usman adalah managernya.

“Jadi, untuk menyelamatkan Persiraja bukan suatu hal yang terlalu sulit, semua kebijakan ada pada Pj Gubernur Aceh. Jika kita biarkan Pemko Banda Aceh dengan keterbatasannya harus cari donatur kesana-kesini kemudian ditolak karena bisnis bola di Aceh memang belum maksimal lebih kepada hiburan bagi rakyat Aceh,” ujarnya.

Sementara, manajemen lama bahkan jelas-jelas harus menggunakan uang pribadi untuk menghidupkan klub lantak laju ini. Jika ditawarkan kepada para pelaku bisnis, pasti ada hitungan laba dan rugi. Tapi labanya minim, maka pebisnis akan sulit tertarik.

“Untuk meningkatkan rasa kebanggaan masyarakat Aceh, kita berharap Pj Gubernur harus segera mengakusisi Persiraja agar pembiayaan lebih mudah dan klub tersebut benar-benar menjadi kebanggaan seluruh rakyat Aceh. Langkah kongkret Pak Pj menjadikan Persiraja sebagai klub rakyat Aceh akan menjadi catatan penting selama beliau diberikan mandat memimpin Aceh,” tutup Jhon Jasdi. (*)